Poin Penting
- Harga Bitcoin berada di kisaran US$77.500 pada penutupan Oktober, turun dari sekitar US$83.555 pada awal bulan.
- Pasar mengamati level dukungan di kisaran US$75.000–US$75.200.
- Pasar kripto mulai menunjukkan penguatan terbatas pada awal November.
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan diri di kisaran US$77.500 pada penutupan perdagangan bulan Oktober 2026. Dalam posisi ini, aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini mengalami penurunan sekitar 7,25% dibandingkan harga pembukaan bulan yang berada di angka US$83.555. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual pada tanggal 30 Oktober, menyusul insiden keamanan yang melibatkan Binance, exchange kripto terbesar di dunia. Saat itu, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah sekitar US$76.443 sebelum kembali bergerak naik ke sekitar US$77.400.
Nominal US$76.443 yang tercatat oleh CryptoTicker menjadi salah satu acuan level terendah setelah insiden tersebut. Sementara itu, CoinDesk melaporkan level terendah sekitar US$76.460. Perbedaan angka ini menggambarkan variasi data antar penyedia dan bursa perdagangan.
Dari posisi sekitar US$77.400, Bitcoin masih butuh kenaikan lebih dari 2% untuk kembali menyentuh level US$79.000. Di sisi lain, jika tekanan jual terus berlanjut dan harga menembus area US$76.443, pasar berisiko kembali menguji zona US$75.000–US$75.200 yang sebelumnya menjadi perhatian dalam analisis teknis.
Prediksi pasar melalui Polymarket pada tanggal 31 Oktober mencatatkan probabilitas Bitcoin menyentuh US$75.000 sebelum akhir bulan di kisaran 1% hingga 2%. Kontrak untuk level ini diperdagangkan mendekati 1,5 sen dengan volume transaksi mencapai sekitar US$1,27 juta.
Sementara itu, kontrak Polymarket untuk kemungkinan Bitcoin turun ke US$77.000 pada tanggal 31 Oktober menunjukkan probabilitas hampir 48%. Dalam periode mingguan dari tanggal 26 Oktober hingga 1 November, probabilitas Bitcoin mencapai US$78.000 diperkirakan sekitar 69%.
Melihat data dari Coinmarketcap, pada hari Minggu (1/11/2026) pukul 06.45 WIB, pasar kripto bergerak variatif, meskipun sebagian besar masih mengalami pelemahan harga. Namun, Bitcoin berhasil menguat tipis 0,26% dalam sehari, mencapai US$77.393. Total kapitalisasi pasar secara keseluruhan juga sedikit meningkat menjadi US$2,6 triliun, usai naik 0,09%.
Tekanan dari Binance dan Likuidasi
Tekanan terhadap Bitcoin di akhir Oktober dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk insiden keamanan Binance, arus keluar dana dari produk exchange-traded fund (ETF), serta kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Insiden keamanan di Binance menjadi salah satu pemicu tekanan pasar yang signifikan. Dampak dari pelanggaran ini diperkirakan mencapai US$6,3 miliar. CoinDesk mencatat bahwa sekitar US$1,53 miliar dalam posisi kripto dengan leverage mengalami likuidasi dalam periode 24 jam setelah insiden tersebut.
Kondisi ini menambah tekanan terhadap pasar kripto, terutama dalam perdagangan aset yang menggunakan leverage. Pergerakan harga Bitcoin pada akhir Oktober menunjukkan aset ini lebih dekat pada level US$76.000 ketimbang posisi awal bulan yang di atas US$83.000.
Meski demikian, angka penurunan bulanan masih bisa berubah selama periode perdagangan bulan Oktober resmi berakhir. Variasi data dari beragam penyedia juga layak diperhatikan, mengingat perbedaan dalam sumber harga, pasangan perdagangan, dan waktu pencatatan data yang digunakan.

