China bakal memperketat pengawasan dalam dorongannya ke teknologi canggih, dengan tujuan menekan gelembung investasi sambil memastikan kecerdasan buatan tetap “aman, dapat diandalkan, dan terkontrol.” Ini diungkapkan dalam pedoman kebijakan yang dirilis pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Saat Beijing gencar mendukung manufaktur tinggi dan industri strategis untuk meningkatkan kemandirian teknologi di tengah persaingan dengan AS, pedoman tersebut mengingatkan pentingnya tidak melakukan investasi secara membabi buta dan ekspansi berlebihan ke sektor-sektor baru yang sedang berkembang.
“Mengembangkan kekuatan produktif baru adalah kebutuhan yang melekat dan fokus penting untuk mempromosikan perkembangan berkualitas tinggi,” demikian bunyi pedoman yang dilaporkan oleh Xinhua, yang dikeluarkan oleh Partai Komunis yang berkuasa dan kabinetnya.
Presiden Xi Jinping memperkenalkan istilah “kekuatan produktif baru” pada 2023, yang menekankan pentingnya penelitian ilmiah, terobosan teknologi, dan peningkatan industri di seluruh basis manufaktur China.
Pedoman itu menyatakan bahwa China akan mencari terobosan dalam teori AI dan teknologi inti, memperkuat pasokan daya komputasi, algoritma, dan data, serta mendirikan basis-basis percontohan nasional untuk penerapan AI di industri. Mereka juga menyerukan agar sistem pemantauan teknologi, peringatan risiko, dan respons darurat diterapkan untuk memastikan AI tetap “aman, dapat diandalkan, dan terkontrol.”
China akan sepenuhnya melaksanakan inisiatif “AI Plus”, yang bertujuan menggunakan AI untuk memperbaharui industri tradisional dan mempercepat peluncuran produk cerdas, termasuk kendaraan energi baru yang terhubung, telepon dan komputer yang dilengkapi AI, serta robot humanoid, menurut dokumen tersebut.
Pedoman juga berkomitmen untuk memperkuat inovasi “asli dan disruptif” dalam teknologi inti serta menggunakan “sistem baru yang dipimpin negara” untuk mempercepat pengembangan dan penerapan produk-produk terobosan.
Di sisi lain, para pejabat diinstruksikan untuk memprioritaskan ekonomi riil dan menghindari gelembung, pengosongan industri, investasi membabi buta, serta gelombang terburu-buru masuk ke sektor teknologi tinggi.
China akan “secara ketat melarang penyalahgunaan kebijakan yang ilegal atau tidak tepat atas nama mengembangkan kekuatan produktif baru,” demikian pedoman tersebut menegaskan, menambahkan bahwa pejabat yang bertanggung jawab atas kerugian besar akibat investasi membabi buta akan dipegang tanggung jawabnya.
Dokumen tersebut juga menyerukan perkembangan ekonomi rendah yang sehat dan tertib, yaitu bisnis yang dibangun di sekitar drone sipil, taksi udara, pesawat kecil, dan layanan terkait, sambil tetap memastikan keselamatan.

