[BEIJING] Pihak berwenang di Beijing mengumumkan pada hari Jumat (7 Agustus) langkah-langkah baru untuk melonggarkan pembatasan pembelian rumah. Tujuannya adalah untuk mendorong harga rumah yang sedang terpuruk di ibu kota China ini.
Pasar properti di China telah mengalami penurunan yang kini memasuki tahun kelima, dan situasi ini semakin membebani konsumsi rumah tangga serta memperburuk ketidakseimbangan ekonomi antara pasokan industri yang kuat dan permintaan domestik yang lemah. Ini membuatnya menjadi perhatian utama bagi otoritas setempat.
Pada puncaknya, pasar properti China menyumbang sekitar seperempat dari ekonomi terbesar kedua di dunia. Namun, sejak pertengahan 2021, sektor ini terjerat dalam krisis utang.
Komisi perumahan dan pembangunan perkotaan-rural di Beijing menyatakan, terhitung mulai 8 Agustus, mereka akan memotong persyaratan pembayaran pajak penghasilan atau asuransi untuk keluarga non-Beijing yang ingin membeli rumah di dalam Lingkaran Kelima, sebuah jalan tol utama di sekitar area pusat. Sebelumnya, area ini tidak termasuk dalam langkah pelonggaran yang diterapkan.
Pengumuman ini berarti bahwa penduduk non-lokal, yang tidak memiliki “hukou” Beijing, kini dapat membeli rumah di seluruh ibu kota, asalkan mereka telah melakukan pembayaran pajak penghasilan atau asuransi sosial secara berturut-turut di kota ini selama minimal satu tahun. Sebelumnya, durasi ini ditetapkan selama dua tahun.
Lebih lanjut, pengumuman ini juga mencakup peningkatan batas pinjaman dana perumahan. Maksimum untuk kontribusi individu akan naik menjadi 1,2 juta yuan (sekitar US$178,000) untuk pembelian rumah pertama. Bagi rumah tangga dengan penghasilan ganda, batas maksimum menjadi 2,4 juta yuan, ditambah dengan tambahan hingga 600,000 yuan dan satu juta yuan untuk pembeli di daerah pinggiran, perumahan bersertifikasi hijau, atau keluarga dengan dua anak atau lebih.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Beijing untuk merangsang kembali pasar properti yang tengah terpuruk. Investasi di sektor ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan, terutama dalam konteks konsumsi rumah tangga yang kini masih terhambat.
Dengan adanya pelonggaran ini, banyak yang berharap pasar perumahan di Beijing bisa kembali menggeliat, dan membuatnya lebih terjangkau bagi penduduk lokal serta mengundang minat dari luar. Semua ini menjadi langkah strategis bagi otoritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan harapan baru bagi para investor di sektor properti.

