Selama sembilan minggu berturut-turut, dana ekuitas global menarik net inflow sebesar $10,51 miliar, menunjukkan optimisme investor terhadap pendapatan perusahaan. Dana dari Eropa menjadi yang teratas dengan inflow mencapai $10,29 miliar, sementara dana dari Asia mendapatkan $4,5 miliar. Namun, dana ekuitas AS mengalami outflow sebesar $7,34 miliar karena investor mulai mengurangi eksposur mereka terhadap beberapa saham teknologi.
Aliran terbaru ini datang bersamaan dengan lonjakan harga minyak mentah Brent yang melewati $100 per barel di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, sementara imbal hasil Treasury AS untuk tenor 10 tahun berada di atas 4,7%. Kenaikan harga minyak ini kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan tekanan terhadap suku bunga, membuat saham pertumbuhan tinggi menjadi kurang menarik.
SoSoValue Flash: Brent Crosses $100 on Mideast Escalation, New U.S. Tariffs Land, Cash-Burn Fears Trigger Tech Selloff
💥 Core Catalyst: Red Sea tanker strikes doubled war-risk premiums as Trump warned of a major new operation against Iran, sending Brent above $100, WTI past $90,… pic.twitter.com/woSZeCR2Hp
— SoSoValue (@SoSoValueCrypto) Juli 24, 2026
Kekhawatiran terkait pengeluaran besar untuk AI juga mempengaruhi sentimen terhadap sektor teknologi. Aliran kas gratis Google yang lemah dan meningkatnya belanja modal membuat kekhawatiran tentang biaya pembangunan infrastruktur AI. Meski begitu, dana teknologi tetap menarik $2,12 miliar selama empat minggu berturut-turut, menunjukkan minat investor yang masih ada terhadap AI, namun mereka mulai lebih selektif dalam penempatan uang mereka.
Investor lebih memilih saham Eropa dibandingkan ekuitas AS
Saham Eropa mungkin menarik perhatian investor karena kawasan ini memberikan lebih banyak eksposur ke sektor seperti perbankan, energi, dan industri, yang dapat diuntungkan dari aktivitas ekonomi yang lebih kuat dan harga komoditas yang lebih tinggi. Hal ini memberi kesempatan bagi investor untuk mengakses perusahaan yang pendapatannya dipicu oleh faktor-faktor yang berbeda dibandingkan raksasa teknologi AS.
Pergerakan mata uang juga bisa jadi salah satu daya tariknya. Euro yang lebih kuat dapat meningkatkan keuntungan bagi investor internasional yang memiliki aset Eropa ketika dikonversi kembali ke mata uang asal mereka. Jika dolar melemah sementara keuntungan perusahaan Eropa tetap solid, investor global bisa melihat saham Eropa sebagai cara yang baik untuk mendiversifikasi eksposur mereka di berbagai pasar.
Apakah investor crypto perlu khawatir dengan tekanan pasar terbaru?
Investor crypto sebaiknya memperhatikan perkembangan ini karena Bitcoin dan aset digital lainnya sering kali mengalami penurunan saat investor menjauh dari aset berisiko. Imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi bisa membuat investasi yang lebih aman menjadi lebih menarik, sedangkan dolar AS yang lebih kuat juga bisa memberi tekanan pada Bitcoin. Meski begitu, pergerakan crypto tidak selalu sejalan dengan saham, jadi penjualan dalam sektor teknologi tidak selalu berarti Bitcoin akan turun.
Bagi para investor, kondisi pasar saat ini bisa jadi alasan untuk mendiversifikasi investasi ke berbagai aset daripada meninggalkan crypto sepenuhnya. Campuran saham, obligasi, emas, dan crypto dapat membantu mengurangi dampak jika salah satu pasar mengalami penurunan dratis.
Sebelumnya, ETF Bitcoin spot di AS memulai tahun 2026 dengan sangat baik, mencatatkan inflow sekitar $1,2 miliar hanya dalam dua hari. Produk investasi aset digital mencatatkan net inflow sebesar $1,2 miliar, memperpanjang streak positif selama empat minggu berturut-turut.

