Nokia baru saja meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai platform AI-RAN komersial pertama di industri, yang dibangun bersama NVIDIA, seiring dengan persiapan operator telekomunikasi untuk jaringan seluler yang didorong oleh AI. Perusahaan ini menyatakan bahwa platform ini dapat meningkatkan efisiensi spektrum, menurunkan biaya jaringan, dan memberikan jalur upgrade berbasis perangkat lunak menuju 6G.
Dikatakan bahwa platform AI-RAN yang baru ini, yang merupakan teknologi jaringan akses radio bertenaga artificial intelligence, menggabungkan perangkat lunak anyRAN yang berbasis AI dengan platform Aerial AI-RAN dari NVIDIA. Tujuannya adalah untuk membantu operator telekomunikasi mendapatkan kapasitas lebih dari spektrum dan infrastruktur radio yang sudah ada.
Kami meluncurkan platform #AIRAN yang pertama di industri yang berbasis AI, dibangun di atas komputasi terakselerasi @NVIDIA, menandai salah satu pergeseran paling signifikan dalam arsitektur jaringan radio dalam beberapa dekade terakhir dan memberikan operator jalur praktis menuju Jaringan Berbasis AI.
Baca selengkapnya:… pic.twitter.com/3ThlGwz7bc
— Nokia (@nokia) 15 Juli 2026
Nokia menyatakan bahwa platform ini telah berhasil memberikan peningkatan efisiensi spektrum lebih dari 20% melalui optimisasi radio berbasis AI. Mereka memperkirakan bahwa peningkatan ini akan mencapai 50% pada 2027 dan lebih dari 100% pada 2028, memungkinkan operator membawa lebih banyak lalu lintas tanpa harus menambah spektrum baru.
Platform ini mendukung tiga opsi penerapan, termasuk kartu upgrade untuk sistem AirScale yang sudah ada, node AI-RAN mandiri, dan penerapan berbasis cloud menggunakan server komersial. Nokia juga menyebutkan bahwa platform ini sesuai dengan standar Open RAN, sehingga operator dapat bekerjasama dengan peralatan dari berbagai vendor. Penerapan percobaan diharapkan dimulai akhir tahun ini, sementara ketersediaan komersial direncanakan pada 2027.
Model Berbasis Langganan Memungkinkan Peningkatan Perangkat Lunak
Nokia juga memperkenalkan model perangkat lunak berbasis langganan untuk platform ini. Alih-alih menunggu rilis perangkat keras baru, operator akan mendapatkan algoritma AI, alat optimisasi jaringan, peningkatan keamanan, dan fitur radio baru melalui pembaruan perangkat lunak.
Perusahaan ini menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan penyedia telekomunikasi meningkatkan kinerja jaringan sambil memperpanjang usia infrastruktur yang sudah ada. Selain itu, platform ini juga mendukung beban kerja 4G, 5G, dan seluruh layanan 6G di atas arsitektur perangkat lunak yang sama.
Perubahan Dalam Pasar Peralatan Telekomunikasi Berkat AI-RAN
Persaingan di antara pembuat peralatan telekomunikasi kini melampaui sekadar radio yang lebih cepat dan penerapan perangkat keras yang lebih besar. AI-RAN menjadi area persaingan berikutnya ketika vendor berlomba-lomba membantu operator menangani permintaan data yang terus meningkat tanpa harus terus menerus membeli spektrum baru atau mengganti peralatan yang ada.
Ericsson, Samsung, Fujitsu, dan beberapa vendor jaringan lainnya telah memperkenalkan proyek AI-RAN selama tahun lalu, sementara NVIDIA telah memperkenalkan chip AI-nya ke dalam infrastruktur telekomunikasi melalui kemitraan dengan produsen peralatan. Perusahaan-perusahaan ini kini bersaing untuk menyediakan perangkat lunak yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kinerja jaringan, meningkatkan efisiensi spektrum, dan mendukung layanan 6G di masa depan.
Platform terbaru dari Nokia ini berpartisipasi dalam perlombaan tersebut dengan menggabungkan perangkat lunak AI, komputasi terakselerasi, dan dukungan Open RAN dalam sebuah produk komersial. Begitu juga, Nebius meluncurkan Physical AI Living Lab yang ditujukan untuk membantu startup robotika di Inggris dan Eropa dalam membangun serta menerapkan sistem AI canggih menggunakan teknologi NVIDIA dan infrastruktur AI cloud mereka sendiri.

