Hari ini, beberapa perusahaan besar membuat berita hangat di pasar saham menjelang pembukaan bursa. Mari kita simak aktivitas terbaru dari beberapa raksasa finansial ini.
JPMorgan Chase – Saham JPMorgan Chase mengalami penurunan tipis sebelum pasar dibuka setelah bank ini merilis hasil kuartal kedua. Mereka mencatat laba sebesar $6,14 per saham, tidak termasuk item signifikan, dengan pendapatan mencapai $58,02 miliar. Analyst dari LSEG memperkirakan laba sekitar $5,85 per saham dengan pendapatan di angka $50,19 miliar. Namun, belum jelas apakah keuntungan tersebut sejalan dengan konsensus yang ada.
Bank of America – Berita lebih cerah datang dari Bank of America yang berhasil melampaui ekspektasi di kuartal terbaru. Bank ini melaporkan laba sebesar $1,21 per saham, lebih tinggi daripada perkiraan $1,13 oleh analis LSEG. Pendapatan sebesar $31,7 miliar juga melampaui taksiran konsensus $30,72 miliar. Meski begitu, sahamnya tetap stabil di pasar pra-pembukaan.
Wells Fargo – Berlawanan dengan Bank of America, saham Wells Fargo turun 1% meskipun mencatat laba sebesar $2 per saham di atas pendapatan $22,62 miliar. Para analis memprediksi laba sebesar $1,72 per saham dengan pendapatan sebesar $21,84 miliar.
Goldman Sachs – Saham Goldman Sachs justru menanjak 1,4% setelah bank ini melaporkan laba kuartal kedua yang melebihi ekspektasi. Mereka mencatat laba sebesar $20,98 per saham, jauh lebih tinggi dari prediksi konsensus LSEG yang hanya $14,48 per saham. Pendapatan juga cukup menggembirakan, yaitu $20,34 miliar, lebih baik dari perkiraan $16,13 miliar.
Citigroup – Di sisi lain, saham Citigroup terjun 2% walau bank ini meraih pendapatan kuartalan terbaik dalam satu dekade. Citigroup melaporkan laba kuartal kedua sebesar $3,15 per saham, lebih tinggi dari ekspektasi analis yang mengira angka tersebut mencapai $2,74. Pendapatan sebesar $24,77 miliar juga melampaui taksiran $23,74 miliar.
Apple – Saham Apple, pembuat iPhone, sedikit merosot sekitar 1% setelah KeyBanc menurunkan peringkat perusahaan ini menjadi ‘underweight’ dari ‘sector weight’, dengan target harga $250 yang menunjukkan kemungkinan penurunan 21% dari penutupan Senin lalu. Perusahaan Wall Street itu memprediksi saham Apple bisa mendapatkan tekanan seiring dengan pelanggannya yang mulai membatasi pengeluaran akibat harga barang yang meningkat.
IBM – Saham IBM mengalami penurunan tajam mencapai 17% setelah mengumumkan laba kuartal kedua yang lebih rendah dari yang diharapkan. IBM memperkirakan akan melaporkan laba sebesar $2,93 per saham, tidak termasuk beberapa item. Sementara itu, analis yang ditanya oleh FactSet mengharapkan laba sebesar $3,01 per saham.
Telefonaktiebolaget LM Ericsson – Saham perusahaan penyedia jaringan dan telekomunikasi asal Swedia ini juga anjlok hampir 10%. Pendapatan yang diumumkan sebesar SEK52,70 miliar jauh dari konsensus estimasi sebesar SEK53,94 miliar, menurut StreetAccount. Margin kotor yang disesuaikan sebesar 48,4% juga lebih rendah dari prediksi 47,8%.
Dengan semua berita ini, pasar saham menjelang pembukaan hari ini tampak cukup dinamis. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ini demi pengambilan keputusan yang tepat di sisi investasi.

