Apple App Store adalah tempat yang lengkap untuk memenuhi segala kebutuhan aplikasi. Dengan adanya App Store, berlangganan layanan pihak ketiga jadi jauh lebih mudah, semua bisa diatur dari satu tempat di iPhone kamu. Tapi, ada sedikit ‘biaya tambahan’ yang pastinya bikin jinjingan sedikit lebih berat.
Kalau kamu sudah berlangganan layanan streaming terbaik seperti YouTube Premium lewat App Store, kemungkinan kamu belum tahu kalau biaya berlangganan itu bisa jauh lebih mahal dibandingkan jika kamu mendaftar langsung melalui website YouTube. Nah, semua ini disebabkan oleh biaya yang dikenakan Apple di App Store.
Contohnya, untuk berlangganan YouTube Premium di level standar melalui website, biayanya hanya $15.99/ £12.99/ AU$22.99 per bulan. Tapi, jika kamu mendaftar lewat App Store, harga bulannya justru jadi lebih mahal, sekitar $20.99/ £16.99/ AU$23.99.
Kalau kamu penasaran kenapa biaya berlangganan YouTube Premiummu melonjak dibandingkan dengan Netflix atau Disney+, inilah alasannya. Lalu, kenapa harga di App Store jauh lebih tinggi?
Alih-alih menjelaskan, kita sebut saja ini ‘Apple tax’
Apple tidak hanya untung dari penjualan smartphone, laptop, dan perangkat lainnya; App Store juga menjadi sumber pendapatan penting bagi raksasa teknologi ini, yang kini banyak dikenal sebagai ‘Apple tax’.
Karena Apple membebankan biaya kepada para pengembang yang ingin menggunakan sistem pembayaran alternatif selain Apple Pay, maka mereka pun terpaksa meningkatkan biaya berlangganan bulanan sekitar 15-30%. Akibatnya, kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk berlangganan layanan lewat App Store agar bisa menghindari biaya ini. Tidak hanya untuk langganan bulanan; Apple juga menerapkan ‘tax’ ini pada sebagian besar barang digital dan pembelian dalam aplikasi.
Sejak App Store diluncurkan di iPhone sekitar 18 tahun yang lalu, kebijakan ini sudah berjalan, dan protes mulai bermunculan, terutama dari Epic Games, perusahaan yang mendirikan Fortnite.
Pada tahun 2020, Epic Games melancarkan protes terhadap biaya App Store Apple dengan menerapkan sistem pembayaran langsung di iOS. Akibatnya, Apple menghapus akun pengembang Epic dan menarik Fortnite dari App Store, tapi persoalan tidak berhenti di situ.
Epic Games melawan dengan mengklaim bahwa Apple menghapus akun pengembang mereka karena merasa terancam oleh kehadiran Epic Games. Akhirnya, Fortnite kembali muncul di App Store setelah lima tahun menghilang, namun sengketa ini masih berlanjut. Saat ini, Mahkamah Agung AS setuju untuk mendengarkan banding Apple terkait penghinaan dalam gugatan yang masih berlangsung dengan Epic Games, yang akan dimulai di periode berikutnya pada bulan Oktober.
Bagi banyak pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Apple, biaya App Store mungkin tidak begitu mengejutkan. Namun, bagi pengguna biasa yang bergantung pada perangkat Apple untuk mempermudah pembelian digital, mereka mungkin tidak sepenuhnya menyadari ‘biaya tambahan’ ini dan masih terjebak oleh ‘Apple tax’.

