Perusahaan teknologi asal China, Meituan, baru saja meluncurkan LongCat-2.0, model bahasa besar yang mereka klaim sudah dilatih sepenuhnya menggunakan chip AI buatan dalam negeri. Mereka menyebutnya sebagai sistem AI dengan satu triliun parameter pertama di dunia, yang dibangun dan dikelola di atas 50.000 prosesor lokal.
Meituan menyatakan bahwa mereka akan membuka akses model ini ke publik, sehingga pengembang dapat menggunakan dan mengembangkan teknologi ini lebih lanjut. LongCat-2.0 mampu memproses hingga satu juta token dalam satu masukan dan dirancang untuk menyelesaikan tugas pemrograman dengan lebih efisien. Menariknya, perusahaan ini juga mengklaim bahwa modelnya dapat bersaing atau bahkan mengungguli beberapa sistem AI terkemuka, termasuk yang dikembangkan oleh OpenAI, Google, dan Anthropic, dalam beberapa standar pemrograman tertentu.
🚨BREAKING: China debuts its biggest AI model, LongCat 2.0, a 1.6 trillion-parameter giant, trained on domestic chips, rivaling NVIDIA-powered models 💡 pic.twitter.com/fEQXRfN3Xt
— Pulse Alpha (@pulsealpha_) June 30, 2026
Versi sebelumnya dari LongCat sudah digunakan dalam aplikasi Meituan untuk merekomendasikan restoran, hotel, dan menyelesaikan tugas pemesanan. Namun, perusahaan belum mengungkapkan bagaimana LongCat-2.0 akan diintegrasikan ke dalam model bisnis mereka yang lebih luas.
China Memperluas Upaya Mandiri dalam AI
Peluncuran ini datang di tengah upaya perusahaan teknologi China untuk mengurangi ketergantungan pada produsen chip asal Amerika setelah adanya pembatasan ekspor yang diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan seperti Huawei dan Enflame telah meningkatkan produksi prosesor AI untuk memenuhi permintaan yang terus berkembang dari pengembang lokal. Meituan menyebutkan bahwa LongCat-2.0 sepenuhnya dilatih di perangkat keras yang diproduksi secara lokal, meskipun mereka tidak mengungkapkan pemasok chipnya.
Perusahaan juga menyatakan bahwa versi prapengeluaran model ini menjadi salah satu dari tiga model AI yang paling banyak digunakan di pasar OpenRouter sebelum diluncurkan secara resmi.
Kenapa Ini Penting untuk Perusahaan Crypto?
Perusahaan crypto saat ini sedang melakukan investasi besar-besaran dalam AI untuk meningkatkan efisiensi dan mengembangkan produk baru. Bursa, pengembang blockchain, dan penyedia dompet sudah memanfaatkan AI untuk deteksi kecurangan, dukungan pelanggan, pemantauan kepatuhan, riset pasar, dan analisis kontrak pintar. Beberapa perusahaan crypto juga telah melakukan pengurangan karyawan dalam beberapa tahun belakangan seiring dengan pergeseran lebih banyak sumber daya ke operasi yang didukung oleh AI.
Usaha China dalam membangun model AI canggih yang menggunakan chip lokal ini juga bisa menguntungkan perkembangan blockchain. Banyak aplikasi blockchain bergantung pada AI untuk otomatisasi dan pemrosesan data. Saat semakin banyak negara mengembangkan infrastruktur AI mereka sendiri, perusahaan crypto bisa mendapatkan akses ke sumber daya komputasi tambahan sekaligus mengurangi ketergantungan pada perangkat keras asing. Ini membuka peluang baru untuk inovasi baik dalam AI maupun blockchain.
Sementara itu, pasar IPO teknologi di China di jalur untuk menjadi tahun terkuat sejak 2023, seiring dengan langkah Beijing yang semakin mendukung produsen chip dan perusahaan kecerdasan buatan. Perusahaan teknologi telah mengumpulkan sekitar 3,1 miliar dolar AS hanya melalui penawaran saham di pasar saham daratan China hingga 18 Juni tahun ini, lebih dari lima kali lipat jumlah yang berhasil dihimpun pada periode yang sama tahun lalu, menurut data LSEG.

