Aliansi Kripto MiCA baru saja menyambut Frankencoin Association sebagai anggota terbaru mereka, yang tentu saja membawa proyek stablecoin terdesentralisasi ini ke dalam pembahasan tentang aturan kripto yang akan diterapkan di Uni Eropa.
Frankencoin adalah penerbit dan pengelola ZCHF, stablecoin yang terikat pada franc Swiss, yang diluncurkan pada tahun 2023. Proyek ini mengungkapkan bahwa token ini kini sudah tersedia di delapan jaringan blockchain dan telah mempertahankan nilai tukarnya tanpa penyimpangan besar sejak diluncurkan. Menurut asosiasi, ZCHF adalah stablecoin franc Swiss terbesar yang saat ini beredar.
🤠@MiCA_Alliance welcomes @frankencoinzchf Association as a new member.
Frankencoin Association stewards the Frankencoin protocol, the largest Swiss franc stablecoin, holding its peg since 2023 through on-chain collateral rather than a central counterparty.
🇨🇠The Association… pic.twitter.com/v0WDFW6GQ5
— MiCA Crypto Alliance (@MiCA_Alliance) June 26, 2026
Kehadiran anggota baru ini terjadi di tengah upaya berbagai perusahaan di Eropa untuk memahami bagaimana proyek-proyek kripto terdesentralisasi dapat beroperasi di bawah regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang ada. Sementara MiCA sudah memiliki aturan rinci untuk penerbit stablecoin, proyek-proyek terdesentralisasi masih menjadi salah satu area yang interpretasi hukumnya terus berkembang, membuat pengalaman Frankencoin menjadi relevan bagi regulator, bursa, dan perusahaan blockchain lainnya.
Frankencoin Mengharapkan Aturan yang Lebih Jelas untuk Stablecoin Terdesentralisasi
Berbeda dengan stablecoin yang didukung oleh penerbit sentral yang memegang cadangan, Frankencoin mengandalkan jaminan on-chain dan mekanisme likuidasi untuk menjaga nilainya terhadap franc Swiss.
Asosiasi tersebut menyatakan bahwa protokol telah menyelesaikan audit independen yang mencakup keamanan kontrak pintar, desain ekonomi, dan keseluruhan sistem. Mereka juga menerbitkan pendapat hukum yang menjelaskan bahwa Frankencoin diperlakukan sebagai token pembayaran di bawah hukum Swiss dan sebagai crypto-asset di bawah MiCA. Karena struktur terdesentralisasinya, asosiasi percaya bahwa beberapa kewajiban penerbit di bawah MiCA tidak berlaku untuk proyek ini.
Melalui aliansi ini, Frankencoin berencana untuk bekerja pada masalah seperti klasifikasi stablecoin, dokumen white paper MiCA, dan persyaratan pencatatan untuk platform perdagangan kripto di seluruh Eropa.
Bursa Masih Menghadapi Pertanyaan Mengenai Token Terdesentralisasi
Salah satu tantangan terbesar di bawah MiCA bukan hanya bagaimana stablecoin terdesentralisasi diklasifikasikan, tetapi juga bagaimana bursa memutuskan apakah akan mencatatnya atau tidak. Banyak platform perdagangan kini memerlukan dokumen white paper MiCA sebelum menerima aset kripto baru, meskipun proyek-proyek tersebut berpendapat bahwa beberapa pengecualian regulasi berlaku.
Hal ini semakin menyulitkan proyek-proyek terdesentralisasi yang ingin mengakses pasar Eropa. Frankencoin menyatakan bahwa bergabung dengan aliansi ini akan membantu mereka bekerja langsung dengan bursa dan tim kepatuhan mengenai persyaratan tersebut. Untuk industri kripto, diskusi ini bisa membantu menentukan bagaimana stablecoin terdesentralisasi diperlakukan di bawah MiCA, seiring semakin banyak proyek yang menemukan daftar sambil tetap berada di luar model penerbit tradisional.
Sementara itu, MiCA juga meningkatkan tekanan pada perusahaan-perusahaan yang belum mendapatkan otorisasi. Persetujuan terbaru untuk perusahaan seperti OpenPayd, bersamaan dengan peringatan yang dikeluarkan oleh otoritas Prancis kepada operator yang tidak berlisensi, menunjukkan bahwa regulator semakin tidak bersedia untuk mentolerir perusahaan yang beroperasi di luar kerangka baru ini.

