Otoritas Thailand baru saja mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pengusaha asal Tiongkok, Wang Yicheng, yang diduga terlibat dalam jaringan pertambangan cryptocurrency ilegal. Dikabarkan, jaringan ini telah menghabiskan sekitar 28 juta dolar AS dalam pemakaian listrik tanpa izin.
Thailand mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pengusaha Tiongkok Wang Yicheng, yang dituduh mengoperasikan jaringan pencucian uang crypto senilai 300 juta dolar. Ini adalah langkah signifikan dalam kerjasama internasional untuk memerangi kejahatan terkait crypto, menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat…
— Ben Ben Ben (@BenRustC) 25 Juni 2026
Menurut laporan Reuters, surat perintah ini adalah perkembangan terbaru dalam investigasi yang lebih besar tentang kejahatan terkait cryptocurrency. Pejabat Thailand menyatakan bahwa operasi pertambangan tersebut mungkin terhubung dengan penipuan, perjudian online, dan kegiatan pencucian uang.
Apa saja tuduhan terhadap Wang Yicheng?
Departemen Investigasi Khusus Thailand (DSI) mengungkapkan bahwa Wang telah didakwa pada bulan November dengan pencurian dan pelanggaran Undang-Undang Kejahatan Komputer. Tuduhan ini muncul dari penyelidikan terhadap operasi pertambangan crypto berskala besar yang diduga telah menggunakan listrik secara ilegal untuk menjalankan peralatan pertambangan.
Pihak berwenang percaya bahwa Wang adalah sosok kunci dalam kelompok investor Tiongkok yang mengoperasikan jaringan ini. DSI mengklaim bahwa hasil dari aktivitas penipuan dan perjudian online ilegal telah dialirkan melalui kegiatan pertambangan cryptocurrency ini sebagai bagian dari operasi pencucian uang yang lebih luas.
Investigasi Thailand juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tujuh tersangka lain, termasuk empat warga Tiongkok dan empat warga Myanmar, dalam kasus yang sama.
Juru bicara DSI, Mayor Polisi Woranan Srilam, menyampaikan bahwa pihak berwenang percaya Wang sudah meninggalkan Thailand. Saat ini, mereka bekerja sama dengan lembaga penegak hukum internasional untuk menemukan keberadaannya.
Bagaimana kasus ini terhubung dengan penipuan crypto?
Penyelidikan ini melampaui batas pertambangan ilegal. Otoritas Thailand telah mengaitkan Wang dengan jaringan internasional yang diduga terlibat dalam penipuan investasi cryptocurrency, termasuk skema yang dikenal dengan istilah “pig-butchering.”
Skema ini biasanya melibatkan penipu yang membangun kepercayaan dengan korban dari waktu ke waktu sebelum meyakinkan mereka untuk berinvestasi di platform crypto yang ternyata palsu.
Investigasi sebelumnya dari Reuters melaporkan bahwa dompet crypto yang terdaftar atas nama Wang menerima setidaknya 9,1 juta dolar AS antara tahun 2021 dan 2022 dari akun-akun yang menurut analisis blockchain terkait dengan operasi pig-butchering.
Namun, penyelidik mengatakan bahwa mereka tidak dapat menentukan apakah Wang secara pribadi mengontrol dompet tersebut atau jika identitasnya telah digunakan oleh orang lain.
Kenapa otoritas AS terlibat?
Kasus ini juga menarik perhatian dari lembaga penegak hukum AS. Menurut DSI, otoritas Amerika mengidentifikasi Wang sebagai tersangka dalam penyelidikan penipuan aset digital yang terpisah. Pada Juni 2023, mereka menyita sekitar 500 ribu dolar AS dalam cryptocurrency dari akun yang terdaftar atas nama Wang setelah melacak dana tersebut ke seorang korban penipuan di Massachusetts.
Sementara itu, awal tahun ini, Jingliang Su, berusia 45 tahun, dijatuhi hukuman 46 bulan penjara federal di AS karena terlibat dalam konspirasi untuk melakukan transmisi uang tanpa izin yang terkait dengan penipuan crypto senilai 36,9 juta dolar.
Karakter lintas batas dari tuduhan ini semakin menyoroti kerjasama yang meningkat antara lembaga internasional, seiring dengan meningkatnya pengawasan terhadap penipuan crypto, pencucian uang, dan operasi pertambangan ilegal.

