Google sedang mengembangkan cara menarik untuk memberikan kehidupan baru pada ponsel lama
Ponsel yang sudah tidak terpakai sering kali hanya diambil komponen-komponennya, dan tidak memiliki peluang untuk digunakan kembali dengan cara yang berarti. Namun, masa depan mungkin terlihat berbeda berkat proyek baru dari Google yang memanfaatkan ponsel-ponsel yang terbuang sebagai server di awan.
Perusahaan teknologi raksasa ini telah bekerja sama dengan para peneliti dari University of California, San Diego untuk mencari cara agar smartphone lama bisa digunakan kembali setelah masa pakainya habis. Salah satu metode yang menjanjikan adalah dengan mengubah ponsel ini menjadi server pengganti. Tujuannya adalah mengurangi bahan mentah yang diperlukan untuk pembuatan server baru dan mengurangi emisi yang dihasilkan dari proses produksi tersebut.
Menurut blog Google (melalui Tom’s Hardware), perusahaan ini sedang menjajaki apa yang disebutnya “komputasi cluster ponsel.” Langkah ini meliputi pengambilan motherboard dari ponsel lama, kemudian mengelompokkannya dan menyebarluaskan hasil gabungan ini menjadi “platform komputasi umum.” Platform ini dapat digunakan untuk mengoperasikan server ketimbang membujuk bisnis untuk membeli perangkat baru.
Dan ide ini mungkin sangat bermanfaat. Google mengklaim bahwa antara 25 hingga 50 ponsel dapat setara dengan satu server modern, tergantung pada tugasnya. Namun, banyak layanan tidak memerlukan kekuatan datar yang begitu besar — tugas penilaian dan riset di sekolah dan universitas bisa “dilakukan menggunakan kemampuan satu smartphone,” ungkap Google. Sementara itu, satu cluster berisi 20 ponsel dapat menangani “tingkat pengumpulan puncak” dari kelas yang terdiri dari 75 siswa atau lebih, menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi area yang sangat menarik untuk eksperimen semacam ini.
Kekuatan Server Masa Depan
Proyek seperti ini sangat masuk akal. Mengingat ponsel lama mungkin tidak terasa secepat yang terbaru, namun tetap memiliki komponen yang mampu memberikan kekuatan berharga dalam situasi tertentu. Seperti yang dijelaskan Google, “Kinerja single-threaded dari prosesor modern di smartphone setara atau bahkan lebih baik daripada server multicore modern.” Membuang semua itu jelas merupakan pemborosan.
Hal ini menjadi semakin relevan ketika mempertimbangkan klaim Google bahwa orang biasanya mengganti ponsel mereka setiap empat tahun. Pada titik itu, sebagian besar smartphone masih sangat mampu dan masih memiliki banyak masa pakai tersisa. Sayang sekali jika itu terbuang begitu saja, terutama jika kita mempertimbangkan proses manufaktur yang intensif.
Para peneliti di University of California, San Diego, berencana untuk mengembangkan cluster komputasi yang dilengkapi hingga 2.000 ponsel yang telah dimanfaatkan kembali, yang akan digunakan untuk penelitian ilmu komputer. Google menyatakan bahwa cluster ini mampu “mendukung seratus kelas sekaligus,” dan akan dapat melakukannya dengan “biaya yang jauh lebih rendah” dibandingkan server biasa.
Jika proyek ini berhasil — dan jika perangkat keras kelas konsumen seperti yang ditemukan di smartphone mampu menangani penggunaan yang berkelanjutan — tidak akan mengejutkan jika kita melihat lebih banyak langkah serupa di masa depan. Cluster 2.000 ponsel ini diharapkan dapat beroperasi pada musim gugur 2026, jadi kita tunggu saja perkembangannya!

