Usaha Microsoft untuk meningkatkan pengalaman gaming di Windows 11 memang sedang berjalan, khususnya dengan mode Xbox yang menghadirkan antarmuka menyerupai konsol. Namun, sepertinya mode ini tidak memberikan peningkatan yang signifikan dalam performa permainan.
Menurut laporan dari Notebookcheck, mode Xbox di Windows 11 memang mengurangi penggunaan RAM dibandingkan dengan desktop standar. Namun, yang jadi masalah utama adalah, performa permainan nyatanya tidak meningkat—ini berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Linus Tech Tips (LTT).
Saat menguji permainan seperti Forza Horizon 5 pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis maksimal dan tanpa upscaling di dua PC dengan spesifikasi yang sama, tidak ada perbedaan frame rate antara desktop standar dan mode Xbox. Hal ini juga berlaku untuk resolusi 1440p serta untuk judul-judul lain seperti Cyberpunk 2077 dan Doom: The Dark Ages, di mana LTT menemukan hasil frame rate yang sama atau perbedaan yang sangat kecil.
Penting untuk dicatat bahwa kedua PC dalam pengujian LTT menunjukkan penggunaan memori yang lebih rendah saat menggunakan mode Xbox dibandingkan dengan desktop standar, tetapi ini tidak berdampak pada performa permainan.
Tentu saja, hasil ini hanya mewakili satu set benchmark, dan kemungkinan hasilnya akan bervariasi tergantung pada pengujian serta konfigurasi sistem yang digunakan. Namun, pengujian oleh LTT ini cukup menunjukkan bahwa mode Xbox di Windows 11, seperti sekarang, menunjukkan performa yang sangat mengecewakan.
Yang menarik, Valve dengan SteamOS masih unggul dalam hal performa permainan, dengan penggunaan RAM yang lebih optimal dan tanpa beban ekstra yang sering ditemukan di Windows 11. Walaupun SteamOS memiliki mode desktop sendiri, sebenarnya ini adalah distro Linux yang fokus untuk gaming.
Terlihat ada yang tidak beres dengan mode Xbox, dan Microsoft tampaknya kesulitan dalam melakukan optimasi di sini. Selain itu, peluncuran mode Xbox belum sepenuhnya lengkap, yang menjadi titik keluhan lain bagi pengguna Windows 11 yang mencari pengalaman gaming seperti di konsol yang lebih mudah.
Sejujurnya, semakin lama Microsoft memerlukan waktu untuk memberikan akses penuh ke mode Xbox dan peningkatan performa, semakin sulit bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan dari Valve. Meski Windows tetap menjadi sistem operasi yang dominan untuk gamer PC, jika dukungan anti-cheat di Linux meningkat, Microsoft akan menghadapi tantangan besar dengan kemungkinan lebih banyak pengguna yang beralih ke SteamOS.
Jadi, bagaimana ini semua akan berujung? Apakah Microsoft bisa kembali mengejar ketertinggalan atau akan Valve meraih keuntungan lebih banyak di pasar gaming? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti, persaingan di sektor gaming ini semakin menarik untuk diikuti.

