Siapa yang tidak mengenal nama John McAfee? Mungkin kita lebih sering mengasosiasikannya dengan produk keamanan siber, mengingat ia adalah pendiri McAfee Associates Inc sebelum memutuskan untuk menjauh dari perusahaan tersebut pada tahun 1994, hanya enam tahun setelah didirikan. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, McAfee menjadi suara vokal untuk privasi dan menentang pengaruh besar teknologi terhadap hak asasi manusia.
“Ponsel kita telah menjadi mata-mata terbesar di planet ini.” Pernyataan ini diucapkan oleh McAfee pada Agustus 2014, dan seolah menjadi cerminan pandangannya terhadap dunia yang semakin diawasi oleh teknologi.
Spy di Saku Anda
Pada DEF CON 22 di Las Vegas, tahun 2014, McAfee membuat pidato yang mengejutkan dengan fokus pada privasi, bahaya aplikasi ponsel pintar, dan implikasi dari pengawasan yang semakin meningkat di masa depan. Meski McAfee memiliki berbagai pengalaman unik dan sering mengalami serangan siber, kata-katanya menyoroti pelanggaran yang terus melanda kebebasan sipil oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar dan pemerintah.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah pengungkapan Edward Snowden yang dimulai setahun sebelumnya, serta dalam konteks pengumpulan data yang meningkat oleh perusahaan media sosial dan produsen perangkat keras yang berusaha memanfaatkan data pelanggan untuk meraih keuntungan. Sebelum ia meninggal pada Juni 2021, McAfee bahkan meluncurkan ponselnya sendiri yaitu Privacy Phone, yang diperkenalkan pada April 2018 dengan keamanan berbasis perangkat keras.
Centang untuk Setuju
Perubahan sikap terhadap privasi dalam dekade terakhir ini sangat mencolok—lebih banyak orang tampaknya menerima pelanggaran terhadap kebebasan sipil dan privasi oleh raksasa teknologi. Meskipun ada banyak usaha untuk melindungi privasi pengguna melalui peraturan seperti General Data Protection Regulation (GDPR) dan California Consumer Privacy Act (CCPA), banyak pengguna yang dengan cepat ‘menyetujui’ syarat dan ketentuan tanpa benar-benar membaca.
Salah satu contoh jelasnya adalah penggunaan cookie yang kini umum, di mana sebagian besar pengguna layanan digital dengan segera menyetujui syarat penggunaan cookie saat diberi kesempatan. Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga memberikan tantangan baru bagi privasi pengguna karena banyak data yang digunakan untuk melatih AI diambil dari internet. Kacamata pintar juga menambah kompleksitas dalam masalah privasi ini.
Dengan sistem-sistem ini semakin tertanam dalam berbagai aspek kehidupan kita, riset menunjukkan bahwa kebutuhan untuk sistem yang melindungi privasi pengguna menjadi semakin mendesak.

