Bitcoin sekali lagi menjadi sorotan dalam perdebatan yang sengit. Sementara banyak pelaku pasar mengartikan lemahnya harga baru-baru ini sebagai tanda dimulainya pasar bearish yang baru, trader kripto @CryptoFergani memberikan perspektif yang berbeda. Menurut penilaiannya, pasar sepertinya sudah melewati fase bearish, dan kondisi saat ini justru menunjukkan tahap siklus yang berbeda.
Fase Bear Bitcoin Mungkin Sudah Terlewati
Untuk memahami argumennya, penting untuk melihat lebih jauh dari fluktuasi harga harian dan fokus pada struktur pasar yang lebih besar. Grafik dari @CryptoFergani menunjukkan Bitcoin bergerak dalam saluran ascending jangka panjang yang telah mengarahkan pergerakan harga di berbagai siklus. Secara historis, batas bawah dari saluran ini berfungsi sebagai zona akumulasi, sementara batas atas menandai periode optimisme dan puncak siklus.
Grafik ini menyoroti beberapa kali Bitcoin menyentuh bagian bawah saluran sebelum memulai pemulihan yang signifikan. Dalam siklus sebelumnya, momen-momen tersebut bertepatan dengan pesimisme yang meluas sebelum diikuti oleh lonjakan besar. Posisi saat ini pada grafik menempatkan Bitcoin di wilayah yang mirip, sehingga analis tersebut menyimpulkan bahwa pasar sedang muncul dari periode korektif yang panjang, bukan memasuki pasar bearish yang baru.
Psikologi pasar menjadi kunci dalam tesis ini. Banyak investor yang mengikuti siklus empat tahun tradisional baru-baru ini mengurangi eksposur atau keluar dari posisi. Dengan semakin sedikitnya penjual potensial, tekanan turun menjadi semakin lemah, dan bahkan peningkatan kecil dalam permintaan dapat membuat harga bergerak signifikan.
Inilah alasan mengapa analis ini menafsirkan lemahnya harga baru-baru ini sebagai kelelahan, bukan kehancuran. Ini menunjukkan bahwa pasar sedang mereset sebelum memasuki fase ekspansi berikutnya.
Bab Selanjutnya untuk Bitcoin
Jika memang pasar bearish telah berakhir, pertanyaannya selanjutnya adalah di mana posisi Bitcoin saat ini dalam siklus. Jawabannya, menurut kerangka kerja analis, adalah berada di antara akumulasi dan percepatan.
Beberapa faktor mendukung pandangan ini. Partisipasi institusi dalam aset digital terus berkembang, diskusi regulasi di Amerika Serikat semakin penting, dan harapan akan stimulus ekonomi di masa depan masih menjadi bagian dari prospek yang lebih luas. @CryptoFergani juga menyoroti pergeseran siklus bisnis, pergerakan dolar AS, perubahan kebijakan Federal Reserve, dan tren komoditas sebagai bagian dari pengaturan lebih besar yang dapat menguntungkan aset berisiko.
Sementara itu, performa jangka pendek Bitcoin masih bervariasi. Saat ini, harga berada di sekitar $67,176 setelah mengalami penurunan 4,3% dalam 24 jam terakhir. Dari perspektif @CryptoFergani, penurunan ini bukanlah pasar bearish yang baru, melainkan turbulensi dalam transisi yang lebih luas. Proyeksi jangka panjangnya masih memperkirakan pergerakan tajam ke atas setelah konsolidasi saat ini, dengan potensi kenaikan dari kisaran $60,000–$80,000 ke $320,000–$340,000 di akhir siklus, asalkan Bitcoin tetap berada dalam saluran ascending jangka panjangnya.
Apakah proyeksi tersebut akan terwujud tetap harus dilihat. Namun, pesan utamanya jelas: sementara banyak dari pasar terfokus pada penurunan harga baru-baru ini, beberapa analis percaya bahwa Bitcoin sebenarnya tidak lagi berjuang melawan pasar bearish. Sebaliknya, Bitcoin mungkin sedang mempersiapkan fondasi untuk tahap besar berikutnya dari siklus.

