AMD mungkin telah menjadi pusat perhatian dalam tren komponen teknologi belakangan ini, dengan sahamnya melesat lebih dari 3.000% dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perusahaan ini belum sepenuhnya menjadi pemain utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) seperti halnya Nvidia. Meski begitu, kepemimpinan Lisa Su di AMD menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap perubahan lanskap industri ini.
Lisa Su pernah mengungkapkan pandangannya mengenai masa depan teknologi pada tahun 2013 di Konferensi Sirkuit Solid-State Internasional (ISSCC). Dia mengisyaratkan bahwa era komputasi tradisional mungkin sudah berlalu. Dia percaya saatnya bagi industri untuk beralih ke sistem yang lebih heterogen. Menurutnya, ini akan membuka peluang inovasi luar biasa.
Pada tahun 2013, CPU masih menjadi komponen dominan di dunia komputasi. Su, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden senior dan general manager AMD, mulai mengarah pada gagasan bahwa arsitektur komputasi yang berbeda akan segera muncul ke permukaan. Dia mengusulkan solusi yang dikenal sebagai komputasi heterogen. Ini pada dasarnya melibatkan penggabungan CPU dengan GPU dan akselerator khusus untuk memindahkan beban kerja ke komponen yang lebih efisien dalam menyelesaikannya. Dengan model ini, kolam memori bersama memungkinkan berbagai prosesor beroperasi secara harmonis.
Membangun untuk Supercycle AI
Jika sistem ini terdengar akrab, itu karena sistem seperti itulah yang digunakan dalam merancang komponen keluarga Instinct MI400 dari AMD atau platform Vera Rubin dari Nvidia. Ini adalah superchip yang sangat penting untuk pembangunan AI yang sedang berlangsung.
Walaupun kemunculan AI dalam bentuk yang kita kenal sekarang tidak ada dalam rencana tahun 2013, Su, yang diangkat sebagai CEO AMD pada tahun 2014, berhasil mengartikulasikan visi yang kini telah terwujud lebih dari sepuluh tahun kemudian. Era tradisional komputasi, di mana CPU adalah kekuatan teknologi dominan dalam sistem, kini telah memberi jalan untuk lingkungan yang lebih heterogen. Hal ini tidak hanya terjadi di pusat data, tetapi juga dalam perangkat konsumen, di mana GPU, NPU, akselerator, dan komponen lainnya bekerja sama (seringkali dengan berbagi memori) untuk beroperasi seefisien mungkin.
Transisi ini menunjukkan bagaimana AMD dan industri secara umum telah beradaptasi dengan kebutuhan teknologi yang terus berkembang. Dengan AI yang semakin maju dan menjadi bagian integral dari berbagai sektor, kolaborasi antara berbagai jenis komponen ini akan menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang lebih cerdas dan efisien.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh AMD dan figur-figur kunci seperti Lisa Su, masa depan industri teknologi terlihat sangat menjanjikan. Inovasi terus berlanjut, dan kita bisa berharap untuk melihat lebih banyak kemajuan yang menarik dalam perkembangan AI dan komputasi di tahun-tahun mendatang.

