[JAKARTA] Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan pada hari Rabu (20 Mei) bahwa pemerintahnya akan mengonsolidasikan ekspor komoditas utama sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pendapatan negara dan memperkuat pengelolaan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia.
Dalam pidato yang penuh semangat di hadapan parlemen, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia telah kehilangan pendapatan hingga US$908 miliar dalam 34 tahun terakhir karena komoditasnya dijual dengan harga murah. Ia menambahkan bahwa ekspor penting seperti minyak sawit dan batu bara akan dijual melalui perusahaan yang dikelola oleh pemerintah di masa depan.
Sebagai salah satu kekuatan komoditas global, Indonesia dikenal sebagai pengekspor terbesar batu bara termal dan minyak sawit di dunia.
“Hari ini, pemerintah Indonesia yang saya pimpin akan menerbitkan regulasi tentang pengelolaan ekspor komoditas,” kata Prabowo.
Ia melanjutkan, “Penerbitan regulasi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan ekspor komoditas.”
Prabowo juga menyatakan, “Semua penjualan sumber daya kita, dari minyak sawit hingga batu bara, harus melalui BUMN yang dipilih oleh pemerintah sebagai satu-satunya pengekspor.”
Pernyataan Prabowo ini mengonfirmasi laporan sebelumnya dari dua sumber yang akrab dengan isu ini, yang mengatakan bahwa Indonesia berencana melakukan langkah ini untuk memperkuat pengawasan pemerintah atas sumber daya alamnya.
Berita tentang rencana ini telah menimbulkan kepanikan di pasar karena kekhawatiran bahwa hal ini dapat mengubah mekanisme penetapan harga dan memperkecil margin trader, sehingga indeks saham utama Jakarta merosot 3,5 persen pada hari Selasa dan nyaris 2 persen pada hari Rabu.
Langkah Prabowo, yang berkomitmen untuk mengoptimalkan pendapatan dari sumber daya alam Indonesia, bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran tentang under-invoicing dan transfer pricing oleh para eksportir, menurut sumber-sumber tersebut. Mereka menolak untuk diidentifikasi karena tidak berwenang untuk berbicara secara publik.
Prabowo menambahkan bahwa sumber daya alam Indonesia cukup untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat jika dikelola sesuai dengan konstitusi.
“Menurut pandangan pemerintah – dan saya yakin setiap patriot akan mendukung ini – bumi, air, dan semua sumber daya di dalamnya harus dinikmati oleh semua orang Indonesia,” ujar Prabowo.
Meskipun kaya akan sumber daya dan merupakan negara G20, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia belum mengelola ekonominya dengan cukup baik untuk meningkatkan pendapatan negara.
Sumber-sumber yang berbeda menyatakan bahwa regulasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana ini belum final.

