Jelang Piala Dunia pertama yang diadakan di tanah Amerika sejak 1994, sebuah pabrik bir kerajinan di Rhode Island menghadirkan debat antara “soccer” dan “football” dalam kemasan bir mereka. Bir ini adalah American Golden Ale ringan dengan sedikit rasa citrus, dikemas dalam kaleng merah, putih, dan biru yang bernama It’s Called Soccer. Nama ini membawa lebih banyak sejarah linguistik dan budaya daripada yang mungkin terbayangkan oleh sebuah enam paket bir.
Pertanyaan tentang apa nama olahraga ini selalu menghantui masyarakat Amerika sejak mereka mulai ikut terlibat. Diskusi ini muncul di berbagai forum Reddit, kolom komentar saat turnamen besar, dan obrolan ramah yang terkadang bisa menjadi kurang bersahabat antara penggemar Amerika dan penggemar di seluruh dunia tentang apakah kita menyebutnya soccer atau football. Bagi banyak orang, perdebatan ini terasa sepele — hanya sekadar lelucon yang cukup tajam untuk terasa bermakna. Namun, sejarah di balik istilah ini jauh lebih menarik.
Asal Usul Kata “Soccer”
Kata ini diduga pertama kali muncul di Universitas Oxford pada tahun 1880-an, menurut Dr. Stefan Szymanski, profesor manajemen olahraga di Universitas Michigan, yang banyak menulis tentang sejarah kata ini. Kata ini dianggap sebagai hasil dari kebiasaan Inggris yang suka memendekkan nama institusi yang panjang, seperti bagaimana “rugby football” menjadi “rugger”. Di Oxford dan Cambridge, menambahkan “-er” pada kata-kata yang dipendekkan menjadi tren populer, di mana mahasiswa mempersingkat frasa “association football” — permainan yang dikodifikasi oleh Football Association pada tahun 1863 — hingga menghasilkan “soccer”.
Selama hampir satu abad, kata ini nyaman digunakan dalam Bahasa Inggris Britania. Szymanski melacak penggunaan kedua kata tersebut di publikasi Inggris dan Amerika selama abad ke-20 dan menemukan bahwa surat kabar Inggris sering menggunakan kata soccer sebagai alternatif biasa. Antara tahun 1960-an dan 1980-an, kedua kata ini hampir bisa dipertukarkan di Inggris. Namun, seiring dengan bertumbuhnya penggemar di Amerika dan kata itu menjadi lebih dekat dengan Bahasa Inggris Amerika, penggunaan di Inggris mulai menurun pada tahun 1980-an dan 1990-an.
Bagaimana Kata Inggris Menjadi Kata Amerika
Pergeseran ini dapat digambarkan sebagai vernacularization, perubahan perlahan di mana sebuah kata serapan berhenti terasa sebagai kata yang dipinjam. Bagi penggemar soccer di Amerika, pergeseran ini berkembang selama beberapa dekade, melalui Piala Dunia, acara menonton bersama, dan argumen tanpa henti di dunia maya, hingga kata ini tidak lagi terasa milik orang lain.
Sebuah postingan di r/football menjelaskan sejarah linguistik secara lengkap dan terus menerima tanggapan hingga tahun lalu. Responnya sangat beragam, mulai dari seseorang yang mengusulkan agar football Amerika diganti nama menjadi “throweggcatchegg” hingga seorang pengguna yang dengan tegas menyatakan, “ini disebut football, diam.” Postingan ini terus menarik komentar selama lima tahun dari orang-orang yang tidak bisa berhenti berdebat tentang nama olahraga yang mereka cintai.
Bagaimana Sebuah Nyanyian Menjadi Sebuah Kaleng
Brendan O’Donnell, CEO Newport Craft Brewing & Distilling Co., masih teringat saat berumur delapan tahun ketika Amerika terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia. “Saya pergi ke Piala Dunia 1994 bersama ayah saya dan pertama kali mendengar nyanyian, ‘It’s called soccer’,” ujarnya. “Momen itu sangat berkesan karena lebih dari sekadar permainan. Itu tentang menjadi bagian dari sesuatu yang kolektif, sesuatu yang bisa didengar, dirasakan, dan bahkan dinikmati atmosfernya.”
Tiga puluh tahun kemudian, kenangan itu terwujud dalam sebuah bir. Newport Craft Brewing & Distilling Co. meluncurkan It’s Called Soccer pada musim semi ini sebagai American Golden Ale yang dirancang untuk mudah dinikmati — ringan, mudah diminum, dan diharapkan bisa dinikmati bersamaan. Bir ini tersedia di beberapa lokasi terpilih di Rhode Island, Massachusetts, dan New York, dengan pengiriman tersedia secara nasional melalui mitra ritel pabrik bir.
Konsumsi bir di Amerika berada pada titik terendah dalam waktu hampir sembilan puluh tahun, menurut survei Gallup 2025, dan Piala Dunia adalah panggung terbesar bagi industri ini pada musim panas ini. Michelob Ultra adalah sponsor resmi bir.
Budweiser juga menjalankan kampanye nostalgia yang berfokus pada sponsor turnamen selama 40 tahun. Diageo berkolaborasi dengan Don Julio, Johnnie Walker, dan Smirnoff. Beer Institute mencatat bahwa Piala Dunia dan perayaan ulang tahun ke-250 negara bagian adalah dua momen budaya yang paling mungkin membentuk industri bir di tahun 2026, dengan catatan kedua momen tersebut menempatkan bir sebagai alat untuk menyatukan orang-orang dalam momen berbagi.
Bagi penggemar soccer di Amerika, kata itu sudah lama tidak lagi dianggap sebagai kata pinjaman. Nama di kaleng itu akan mengundang senyum musim panas ini, dan bir tersebut akan dinikmati oleh seseorang yang telah mengatakan kata itu sepanjang hidup mereka. Perdebatan tentang apa nama olahraga ini lebih dalam dari satu artikel bisa bahas, tetapi bagi para penggemar yang akan menonton musim panas ini, ketegangan ini justru menjadi bagian dari apa yang membuat segala sesuatunya terasa milik mereka.

