Bitcoin telah kehilangan level $80.000 di saat pasar menghadapi gelombang ketidakpastian yang telah menghapus kepercayaan yang dibangun selama beberapa minggu pemulihan perlahan. Meskipun penurunan ini tidak begitu menunjukkan dampak yang fatal, XWIN Research Japan menemukan serangkaian kondisi on-chain yang menempatkan momen ini dalam konteks historis yang membutuhkan perhatian serius sebelum menarik kesimpulan tentang langkah selanjutnya.
Analisis ini mengandalkan data dari CryptoQuant untuk menggambarkan pasar yang berada pada titik balik yang nyata. Bitcoin terangkat sekitar 37% dari level terendah pada April, sebuah pemulihan yang membawanya kembali mendekati rata-rata pergerakan 200 hari di kisaran $82.400 — level teknikal yang selama ini berfungsi sebagai hambatan utama pada upaya pemulihan pasar bear sebelumnya. Saat harga berhasil mencapai level itu, kini Bitcoin sedang mundur kembali.
Paralel historis yang diidentifikasi oleh XWIN Research Japan adalah Maret 2022. Saat itu, dalam siklus sebelumnya, Bitcoin mengalami rebound tajam dengan besaran yang sebanding sebelum gagal di rata-rata pergerakan 200 hari dan melanjutkan tren penurunan yang lebih luas yang pada akhirnya membawanya ke level terendah siklus. Kemiripan struktural antara momen itu dengan yang sekarang tidak bisa diabaikan tanpa memeriksa bukti secara hati-hati.
Menambah kekhawatiran, margin laba yang belum direalisasi telah naik menjadi 17,7% — level tertinggi sejak Juni 2025 — mendekati bacaan yang menyertai rally pemulihan 2022 sebelum aksi ambil untung meningkat dan kemajuan terhenti. Tekanan yang muncul dalam data ini adalah nyata. Bagaimana semuanya akan teratasi masih menjadi pertanyaan yang dibahas dalam analisis ini.
Peringatan Bitcoin 2022 Itu Nyata
Analisis dari XWIN Research Japan tidak mengabaikan paralel bearish — analisis ini berhak menantangnya dengan terlebih dahulu mengakui bukti yang ada. Pada 4 Mei, trader merealisasi laba sebesar 14.600 BTC dalam sehari, lonjakan pengambilan untung harian terbesar sejak Desember 2025. Secara historis, realisasi dalam skala sebesar itu cenderung muncul mendekati puncak lokal alih-alih di tengah kemajuan yang berlanjut. Sinya ini jelas ada dan terdata dengan baik.
Selanjutnya, analisis ini menjelaskan mengapa struktur saat ini berbeda dari analogi 2022 meskipun ada kesamaan permukaan. Penurunan permintaan spot telah menyusut secara dramatis — dari -91.000 BTC pada April menjadi sekitar -11.000 BTC saat ini. Tekanan penjualan sebesar itu menjadi ciri khas siklus bear 2022 sepanjang durasinya. Bacaan saat ini hanya sebagian kecil dari itu. Penjualan panik oleh pemegang jangka panjang tetap terbatas, dan rata-rata data ukuran order spot menunjukkan partisipasi seperti paus yang lebih besar daripada aktivitas yang didorong oleh ritel. Ini mengisyaratkan bahwa modal besar yang terinformasi masih terus mengakumulasi di tengah volatilitas, bukan keluar bersamanya.
Konsep struktural yang tidak ada di 2022 menambah lapisan terakhir. Spot ETFs, adopsi Bitcoin oleh perusahaan, dan kejelasan regulasi yang diperjuangkan melalui CLARITY Act mewakili infrastruktur kelembagaan yang menyediakan dukungan permintaan yang sederhana tidak dimiliki di siklus sebelumnya.
Kesimpulan jujur yang dicapai analisis ini adalah bahwa Bitcoin mungkin tidak mengulangi kejadian tahun 2022. Sebaliknya, bisa jadi Bitcoin sedang menjalani fase transisi. Satu fase di mana aset ini sedang berinstitusi secara real-time, dan di mana buku panduan historis perlu diperbarui sebelum dapat diterapkan secara andal pada langkah selanjutnya.
Bitcoin Menghadapi Resistensi Setelah Rally Pemulihan
Bitcoin kini diperdagangkan mendekati $79.700 setelah kehilangan momentum di sekitar wilayah $80.000–$82.000, sebuah area yang telah menjadi medan pertempuran langsung bagi pasar. Grafik harian menunjukkan BTC mundur setelah pemulihan kuat dari level Februari yang dekat dengan $63.000, sebuah langkah yang memberikan rally sekitar 37% sebelum harga menghadapi hambatan teknikal yang signifikan. Penolakan ini terjadi pada titik penting karena kemajuan terhenti tepat saat Bitcoin mendekati rata-rata pergerakan 200 hari yang menyusut di sekitar $82.400.

Level itu memiliki signifikansi historis. Selama fase pemulihan pasar bear sebelumnya, rata-rata pergerakan 200 hari sering kali berfungsi sebagai garis pemisah antara rally relief sementara dan pembalikan tren yang lebih luas. BTC sempat menguji kawasan tersebut dan segera menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Meski ada penurunan, struktur yang lebih luas belum menunjukkan kerobohan. Bitcoin tetap bertahan di atas zona dukungan penting di sekitar $73.000–$75.000 yang ditandai di grafik. Wilayah ini sejalan dengan konsolidasi sebelumnya dan berada dekat dengan rata-rata pergerakan jangka pendek yang meningkat. Selama harga tetap di atasnya, para pembeli masih memiliki kontrol teknis atas struktur pemulihan ini.
Volume juga menurun selama dorongan terbaru ke atas, yang menunjukkan bahwa partisipasi momentum melemah di dekat resistensi. Untuk saat ini, Bitcoin terjebak antara dukungan kunci dan resistensi jangka panjang, meninggalkan pasar pada titik keputusan yang krusial.

