[WASHINGTON] Kementerian Kehakiman AS mengumumkan pada Selasa (12 Mei) bahwa dewan juri besar telah mendakwa dua operator asing dan seorang superintendan di sisi pelabuhan terkait kecelakaan kapal kargo Dali yang berukuran 984 kaki.
Kecelakaan ini terjadi pada Maret 2024 dan mengakibatkan rusaknya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore serta menewaskan enam pekerja konstruksi.
Kementerian Kehakiman menyatakan bahwa insiden tersebut menyebabkan kerugian setidaknya sebesar US$5 miliar, serta kerusakan lingkungan yang signifikan.
National Transportation Safety Board (NTSB) menemukan bahwa sebuah kabel yang kendur dalam sistem kelistrikan menyebabkan pemutus arus terbuka secara tiba-tiba, yang memicu serangkaian kejadian yang mengakibatkan dua blackout pada kapal dan hilangnya propulsi serta pengendalian.
Perusahaan Synergy Marine yang berbasis di Singapura, Synergy Maritime yang berbasis di Chennai, dan Radhakrishnan Karthik Nair, seorang warga negara India berusia 47 tahun yang bekerja untuk kedua perusahaan tersebut sebagai superintendan teknis untuk Dali, telah didakwa dengan konspirasi, dengan sengaja tidak memberi tahu US Coast Guard tentang kondisi berbahaya yang diketahui, menghalangi proses agen pemerintah, dan membuat pernyataan palsu.
Jaksa menyebutkan bahwa Nair diperkirakan berada di India.
Kedua perusahaan dan individu tersebut didakwa dengan konspirasi untuk menipu AS serta menyebabkan kematian enam pekerja konstruksi di jembatan tersebut, di antara berbagai dakwaan lainnya.
Kedua perusahaan Synergy juga didakwa melanggar Clean Water Act, Oil Pollution Act, dan Refuse Act karena pembuangan polutan ke Sungai Patapsco.
Menurut dakwaan, Dali kehilangan daya dua kali dalam rentang waktu empat menit saat meninggalkan Pelabuhan Baltimore, yang menyebabkan kapal tersebut menabrak Jembatan Key.
Kementerian Kehakiman menyatakan bahwa para terdakwa diduga mengandalkan pompaan flushing untuk menyuplai bahan bakar ke dua dari empat generator Dali, namun pompa flushing tersebut tidak dirancang untuk secara otomatis restart setelah blackout, dan generator Dali tidak dapat beroperasi tanpa pasokan bahan bakar.
Dakwaan memperkirakan bahwa jika Dali menggunakan pompa pasokan bahan bakar yang tepat, kapal tersebut akan mendapatkan kembali daya tepat waktu untuk bisa bernavigasi dengan aman di bawah jembatan tersebut.

