Kasus pencurian meningkat 18% dan nilai pencurian meningkat 36% pada tahun 2025
FBI memperingatkan tentang “pencurian kargo strategis yang didukung siber”
Higienitas keamanan dasar bisa membantu mencegah serangan
Badan Investigasi Federal (FBI) memberikan peringatan bahwa para penjahat siber semakin menargetkan pengiriman kargo dengan menggunakan teknik hacking dan penyamaran, dan mereka mendapat keuntungan besar dari situasi ini.
Dengan kasus pencurian yang meningkat 18% di tahun 2025 dan nilai rata-rata per pencurian meningkat sekitar 36% (menjadi $273,990) akibat penjahat yang menyasar barang-barang bernilai tinggi, kerugian di Amerika Serikat dan Kanada saja mencapai sekitar $725 juta sepanjang tahun, yang merupakan kenaikan signifikan sebesar 60% dibandingkan tahun sebelumnya.
Mengenai jenis serangan ini, FBI mengatakan kalau pelaku menggabungkan teknik digital dan fisik, dalam apa yang mereka sebut sebagai “pencurian kargo strategis yang didukung siber.”
Serangan Hybrid
Peringatan ini menunjukkan bahwa para penyerang memanfaatkan kerentanan manusia untuk mendapatkan akses pertama ke sistem perusahaan. Mereka meluncurkan email phishing dan halaman login palsu untuk mencuri kredensial sebelum para hacker menginstal alat akses jarak jauh untuk bergerak ke dalam organisasi.
Setelah berhasil masuk, mereka membuat daftar pengiriman palsu, menyamar sebagai perusahaan logistik yang sah untuk menerima pengiriman asli, dan mengalihkan barang-barang kepada penjahat atau supir yang terlibat.
Akan tetapi, pencurian kargo bukanlah tujuan utama bagi para penjahat siber. Bagi banyak dari mereka, itu adalah alat untuk membiayai kejahatan lain seperti perdagangan narkoba atau pencucian uang. Untuk sektor logistik, pengiriman, broker kargo, pengiriman, dan perusahaan asuransi semuanya berisiko.
Dari sisi dampak kepada korban, banyak yang tidak menyadari mereka telah diserang hingga barang-barang mereka hilang. Digitalisasi rantai pasokan telah menciptakan permukaan serangan baru yang semakin memperbesar risiko.
Untuk melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang ini, perusahaan disarankan untuk memverifikasi semua permintaan pengiriman guna memastikan bahwa email yang diterima adalah sah. Prinsip dasar cybersecurity pun berlaku, termasuk melindungi akun dengan otentikasi dua faktor.
Menjaga catatan tentang supir, kendaraan, dan pengiriman juga menjadi ide bagus, tidak hanya untuk keperluan audit, tetapi juga untuk membantu FBI melacak pelaku kejahatan jika situasi buruk terjadi.

