FITCH Ratings mengingatkan bahwa peringkat kredit AS menghadapi tantangan akibat memburuknya defisit yang membuat beban utangnya jauh lebih besar dibanding negara lain yang memiliki peringkat sebanding, yaitu AA. Pertama kali dibahas dalam laporan yang dirilis pekan lalu, tim FITCH, termasuk Richard Francis dan Shelly Shetty, mengungkapkan bahwa posisi fiskal AS kemungkinan akan memburuk tahun ini, terutama disebabkan oleh pemotongan pajak yang diatur dalam One Big Beautiful Bill Act. Meskipun ada kompensasi dari pendapatan tarif, hal ini menjadi sorotan utama.
Menurut laporan tersebut, pemilihan mid-term di bulan November akan memegang peranan penting. “Pemilihan ini bisa memberikan lebih banyak cek dan keseimbangan pada kekuasaan eksekutif jika Partai Demokrat menguasai salah satu atau kedua majelis di Kongres,” tulis mereka. Namun, situasi pemerintahan yang terbelah bisa membuat negosiasi paket fiskal menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko ketegangan, termasuk di soal batas utang, yang diperkirakan akan tercapai pada paruh kedua tahun 2027.
Sebelumnya, FITCH sudah menurunkan peringkat AS sebesar satu tingkat menjadi AA+ pada Agustus 2023. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang perdebatan politik seputar batas utang, yang hampir membawa negara itu ke ambang default. Dalam laporan teranyar, FITCH mengatakan bahwa peringkat yang stabil saat ini “sudah mencakup penurunan jangka panjang dalam tata kelola, terutama dalam pembuatan kebijakan fiskal.”
FITCH memperkirakan bahwa defisit umum pemerintah akan mencapai 7,9 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini dan tahun depan. Hal ini juga didorong oleh ketidakpastian pendapatan tarif yang dibahas, serta tuntutan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan.
Meskipun begitu, FITCH juga mencatat beberapa kekuatan dari peringkat kredit AS, yakni peranan dolar sebagai mata uang cadangan global, ekonomi yang besar dan dinamis, serta kedalaman dan likuiditas pasar modal yang ada. Saat ini, ketiga lembaga pemeringkat besar telah menjadwalkan peringkat AS satu tingkat di bawah triple-A, dengan prospek yang stabil. Pada bulan Mei lalu, Moody’s mengurangi skor kredit AS menjadi Aa1 dari Aaa, mengikuti langkah FITCH dan S&P yang juga tidak lagi menilai ekonomi terbesar di dunia ini sebagai peminjam sovereign triple-A.

