Dunia digital sekarang heboh dengan kabar bahwa Apple akan memiliki CEO baru akhir tahun ini. Tim Cook mengumumkan bahwa pada bulan September, dia akan menyerahkan kendali kepada John Ternus, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Rekayasa Perangkat Keras di Apple.
Singkatnya, Ternus adalah orang yang bertanggung jawab atas semua produk Apple, tetapi perubahan besar ini hanya tinggal kurang dari setengah tahun lagi.
Ternus mungkin belum banyak dikenal, karena dia tidak sepopuler beberapa eksekutif besar lainnya di Apple. Namun, Cook menggambarkannya sebagai “John Ternus memiliki pikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, serta hati untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan.”
Dia adalah sosok yang dapat diandalkan dan memiliki temperamen yang mirip dengan Tim Cook. Banyak yang berharap bahwa kepemimpinannya bisa membawa Apple melalui berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama beberapa tahun ke depan. Ternus juga berusia 50 tahun, yang kebetulan sama dengan usia Cook ketika dia mengambil alih jabatan puncak di Apple pada tahun 2011.
1. Ahli Perangkat Keras yang Memulai di VR
Walaupun John Ternus memiliki sikap yang tenang dan cenderung menghindari risiko (seperti dilaporkan Bloomberg), perbedaan mencolok yang terlihat adalah bahwa dia adalah seorang insinyur sejati. Selama karirnya, Ternus sangat terlibat dalam seluk beluk perangkat keras, dan banyak yang berharap kehadiran seorang insinyur di posisi CEO akan tercermin dalam desain dan implementasi produk Apple di masa depan.
Dengan latar belakang ini, saat mengambil keputusan penting, Ternus seharusnya lebih ngerti tentang apa yang ingin dilakukan Apple dengan perangkat kerasnya. Menariknya, pekerjaan pertamanya setelah lulus dari universitas adalah di sebuah perusahaan VR. Dari tahun 1997 hingga 2001, sebelum bergabung dengan Apple, Ternus bekerja sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems, mengerjakan headset VR, di mana saat itu teknologi VR masih dalam tahap awal.
Pengalaman ini tentunya memberi Ternus pemahaman unik untuk membantu mengembangkan headset Vision Pro, yang memang memiliki beberapa tantangan, terutama terkait harga, namun belakangan ini mulai menunjukkan kemajuan sebagai kekuatan hiburan.
2. Lengan Robot
Sebelum bergabung dengan Virtual Research Systems, Ternus kuliah di Universitas Pennsylvania, di mana proyek akhir studinya adalah menciptakan “lengan makan” mekanik untuk membantu penyandang disabilitas. Menariknya, ada kabar bahwa Apple tengah merencanakan proyek robotik, yang melibatkan lengan robot dengan layar yang terpasang. Ternus akan menjadi CEO yang sangat berpengalaman untuk proyek ini, meskipun saat ini, robot meja Apple masih dalam tahap teori dan mungkin memakan waktu bertahun-tahun untuk terwujud.
3. Naik ke Puncak
Menurut informasi yang beredar, Ternus adalah penggemar band rock Rush. Kutipannya dari buku tahunan disebutkan, “Beberapa dilahirkan untuk menggerakkan dunia untuk mewujudkan fantasi mereka.” Sepertinya, Ternus bukan satu-satunya penggemar Rush di Apple, karena mungkin Craig Federighi juga menyukai lagu-lagu band tersebut.
4. Sisi Lain Ternus
Jika Anda mengira Ternus adalah sekadar ahli perangkat keras, pikirkan kembali. Menurut Fortune, di masa mudanya, dia adalah perenang handal dan pernah menjadi ‘penerima surat’ terbaik untuk tim renang putra di Universitas Pennsylvania. Bloomberg juga mencatat ketertarikan Ternus pada sepeda dan balap mobil, bahkan terkadang mengajak rekan-rekannya di Apple untuk rally off-road di Washington. Jadi, di balik eksteriornya yang tenang, ada sisi petualang yang tersembunyi.
5. Ternus Memiliki Halaman LinkedIn, Tapi…
Berbeda dengan Tim Cook, Ternus memiliki halaman LinkedIn — tetapi halaman itu tampak sangat minim, dan banyak yang bertanya-tanya mengapa. Seorang pengguna Reddit bahkan menemukan bahwa profilnya cukup kosong dan kemungkinan jarang diakses, meskipun banyak yang berpendapat ini mungkin bukan hal buruk. Saat ini, foto di profilnya pun baru saja ditambahkan. Mungkin Ternus akan lebih aktif di sana ke depannya, atau mungkin dia hanya akan menghapusnya.
Dengan berbagai pengalaman dan kepribadian yang unik ini, banyak yang menantikan langkah-langkah apa yang akan diambil Ternus sebagai CEO baru Apple. Pengalaman teknis dan ketajaman inovatifnya bisa membawa Apple menuju era baru yang lebih menantang di tengah persaingan yang semakin ketat.

