[LONDON] Negara-negara pasar berkembang sekarang mendapatkan sebagian besar pendanaan luar negeri dari dana lindung nilai, dana pensiun, dan perusahaan asuransi. Hal ini membuat mereka rentan terhadap keluarnya dana secara cepat saat terjadi krisis, menurut laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Menurut laporan tersebut, porsi dana yang mengalir ke utang pasar berkembang dari investor portofolio telah meningkat dua kali lipat selama 20 tahun terakhir menjadi 80 persen. Situasi ini terjadi setelah bank-bank mengurangi pinjaman mereka pasca krisis finansial 2008. Sejak saat itu, pasar berkembang telah menerima aliran kumulatif mendekati US$4 triliun.
Dalam bab laporan Stabilitas Keuangan Global yang dirilis pada Selasa (7 April), IMF menyatakan bahwa sumber dana ini “sangat menguntungkan bagi pasar berkembang”, karena likuiditas global yang melimpah telah memungkinkan mereka untuk mengumpulkan uang dengan utang yang lebih jangka panjang dan biaya yang lebih rendah.
Namun, IMF juga memperingatkan bahwa investor portofolio semakin cemas sejak 2008 dan cenderung menarik uang mereka dengan cepat ketika kondisi keuangan global berubah.
Negara dan perusahaan yang bergantung pada sumber dana ini “sangat rentan terhadap guncangan finansial global”, kata laporan tersebut.
Sementara itu, hedge funds dan dana investasi lebih reaktif terhadap risiko dibandingkan dengan investor portofolio lainnya. Ini memperingatkan bahwa risiko tersebut semakin meningkat di negara-negara berkembang yang memiliki pasar keuangan yang lebih dangkal dan kapasitas kebijakan yang lebih terbatas.
“Penurunan mendadak terhadap aliran ini bisa memperburuk tekanan pendanaan eksternal, melebarkan selisih utang korporasi dan sovereign, serta memicu depresiasi mata uang yang tajam,” tambah laporan tersebut.
IMF memperkirakan bahwa liabilitas utang portofolio eksternal rata-rata sekitar 15 persen dari produk domestik bruto (PDB) di pasar berkembang. Liabilitas ekuitas portofolio rata-rata sekitar 7 persen dari PDB, namun “merepresentasikan bagian yang berarti secara ekonomi dari kapitalisasi pasar saham di beberapa negara berkembang.”
Pemegang portofolio asing sangat besar untuk mata uang forint Hungaria, yang membawanya meraih kenaikan 20 persen terhadap dolar AS tahun lalu.
Namun, nilai forint mulai melemah sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, dengan aliran uang ke pasar berkembang menurun setelah lebih dari setahun berkinerja unggul.
IMF juga menambahkan bahwa aliran kredit swasta lintas batas dan stablecoin ke pasar berkembang juga “berkembang pesat”, di mana yang terakhir sangat terkait dengan dinamika pasar kripto.
Untuk membatasi keluarnya dana portofolio, IMF mendorong negara-negara agar memperbaiki kualitas institusi, membangun penyangga yang lebih baik seperti cadangan devisa, serta memastikan utang publik tetap berkelanjutan.

