[NEW DELHI] Apa yang dimulai sebagai perjuangan untuk mendapatkan gas memasak di dapur komersial India kini berubah menjadi guncangan energi yang sistemik. Pemblokiran Selat Hormuz diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi negara ini hingga satu persen penuh.
Walaupun pemerintah menjamin stabilitas, penurunan tajam sebesar 15 persen di pasar saham dari level tertinggi baru-baru ini dan keruntuhan 20 persen dalam saham terkait energi menunjukkan bahwa gangguan ini—yang sudah memaksa restoran memangkas menu—sekarang menjadi ancaman yang luas. Hal ini bisa mendorong inflasi India lebih tinggi dan memperlebar defisit neraca berjalan.
Para analis komoditas di Goldman Sachs memperkirakan bahwa downgrade pendapatan perusahaan akan terjadi dengan sedikit keterlambatan, yang menunjukkan bahwa dampak ekonomi dan korporasi yang sebenarnya mungkin belum sepenuhnya tercermin di pasar saham saat ini.

