Dalam era di mana teknologi AI semakin merasuk ke dunia editorial dan media, banyak situs web yang berusaha menetapkan aturan penggunaannya. Minggu ini, Wikipedia mengambil langkah berani dengan melarang penggunaan teks yang dihasilkan oleh AI oleh para editor-nya, meskipun mereka belum sepenuhnya melarang AI dari proses editorial di situs tersebut.
Dalam perubahan kebijakan terbaru, situs ini menyatakan bahwa “penggunaan LLM untuk menghasilkan atau menulis ulang konten artikel adalah dilarang.” Bahasa baru ini memperbarui dan memperjelas pernyataan sebelumnya yang lebih kabur, yang menegaskan bahwa LLM “tidak boleh digunakan untuk membuat artikel Wikipedia baru dari awal.”
Masalah penggunaan AI dalam artikel Wikipedia telah menjadi topik yang cukup kontroversial di kalangan komunitas editor yang sebagian besar terdiri dari sukarelawan. Menurut laporan 404 Media, kebijakan baru ini telah dibahas dalam voting oleh para editor situs, dan mendapatkan dukungan mayoritas, yaitu 40 suara berbanding 2.
Meski begitu, kebijakan baru ini masih memberi celah untuk penggunaan AI dalam beberapa proses editorial.
“Editor diizinkan untuk menggunakan LLM untuk menyarankan penyesuaian dasar pada tulisan mereka sendiri dan mengintegrasikan beberapa di antaranya setelah ditinjau oleh manusia, selama LLM tidak memperkenalkan konten baru,” bunyi kebijakan baru ini. “Perlu diingat, karena LLM bisa melampaui apa yang Anda minta dan mengubah makna teks sehingga tidak didukung oleh sumber yang dikutip.”
Perubahan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh platform berbasis komunitas seperti Wikipedia dalam menyeimbangkan inovasi teknologi dan integritas informasi. Dengan editor yang beragam, ada kekhawatiran bahwa penggunaan AI dapat merusak kualitas dan akurasi artikel. Ini membuat peraturan yang jelas menjadi semakin penting dalam menjaga kredibilitas Wikipedia sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan.
Dengan kebijakan ini, Wikipedia berharap bisa memberikan panduan yang lebih jelas bagi para editor tentang bagaimana mereka bisa memanfaatkan AI tanpa mengorbankan nilai-nilai inti dari ensiklopedia tersebut. Keputusan ini tentunya menjadi perhatian, tidak hanya bagi pengguna Wikipedia, tetapi juga bagi penggiat media lainnya yang mulai mempertimbangkan penggunaan AI dalam proses editorial mereka sendiri.
Seiring dengan perkembangan teknologi AI yang semakin pesat, para editor dan pengguna Wikipedia akan menunggu bagaimana implementasi kebijakan ini berlangsung dan dampaknya terhadap penyajian informasi di platform yang sangat diandalkan komunitas global ini.

