Dua eksekutif terkemuka dari Apple baru-baru ini memberikan petunjuk bahwa raksasa teknologi ini mungkin sedang mengembangkan kacamata pintar, seperti yang telah dirumorkan sebelumnya. Greg ‘Joz’ Joswiak, yang menjabat sebagai Senior Vice President pemasaran global di Apple, bergabung dengan John Ternus, Senior Vice President teknik perangkat keras, dalam wawancara mendalam dengan Tom’s Guide. Mereka membahas berbagai topik, mulai dari MacBook Neo hingga perayaan 50 tahun Apple.
Namun, pernyataan mereka tentang kemungkinan pesaing Meta Ray-Bans menjadi sorotan utama, di mana menurut Bloomberg, kacamata tersebut diperkirakan akan muncul pada akhir 2026 sebelum peluncuran resminya pada 2027. Saat ditanya tentang kacamata pintar sebagai gelombang berikutnya dalam komputasi, Greg Joswiak mengungkapkan, “Ada sedikit kepastian dalam menggabungkan dunia digital dan fisik.”
Tentu saja, Apple sudah melakukan hal itu dalam bentuk Apple Vision Pro. Tapi menarik bahwa komentar tentang “kepastian” datang setelah ditanyakan tentang masa depan komputasi spasial. Joswiak pun enggan menjelaskan lebih lanjut. “Saya tidak bisa memberikan garis waktu untuk kapan komputasi spasial menjadi, Anda tahu, sesuatu yang lain,” ujarnya. “Tetapi ini adalah suatu kepastian bahwa dunia digital dan fisik akan bersatu.”
Waktu pernyataan tersebut terbilang tepat, mengingat laporan Bloomberg sebelumnya yang memberikan sedikit lebih banyak rincian tentang kacamata pintar yang dirumorkan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Apple sedang mengembangkan pesaing Meta Ray-Bans yang, menurut nama kode internalnya, adalah N50. Kacamata ini sedang diuji dalam empat gaya yang berbeda, termasuk bingkai besar persegi panjang (seperti Ray-Ban Wayfarers) serta beberapa opsi oval atau bulat.
Apple Membahas Perbandingan Mac dan iPad
Wawancara juga membahas perdebatan klasik antara Mac dan iPad serta posisi MacBook Neo di tengah dua platform ini. Apple menegaskan bahwa mereka tidak berminat untuk menggabungkan kedua platform tersebut. Saat ditanya tentang iPadOS yang kini semakin mirip dengan Mac, John Ternus mengklaim bahwa Apple masih memandang keduanya sebagai pengalaman yang terpisah.
“Tak pernah ada ide untuk mencampur dua hal ini,” kata Ternus. “Ada narasi di luar sana yang mengatakan demikian, tetapi itu tidak pernah benar.” Meskipun pengguna iPadOS 26.4 mungkin memiliki pendapat yang berbeda, Apple terus mendorong narasi bahwa banyak orang menginginkan kedua pengalaman ini, yang jelas merupakan kabar baik bagi mereka.
Tentu saja, tidak ada eksekutif yang mau mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang kemungkinan munculnya MacBook Pro dengan layar sentuh, yang juga santer dirumorkan akan diluncurkan pada akhir 2026. Tetapi satu hal yang pasti — Apple akan terus ditanya mengenai hal ini, terutama jika kacamata pintar dan MacBook Pro OLED yang dirumorkan benar-benar diumumkan tahun ini.

