JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) kini bekerja sama dengan badan usaha milik 27 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah memperluas bisnis digital dan meningkatkan penetrasi layanan keuangan syariah di kalangan mahasiswa. Ini langkah yang menarik untuk merangkul generasi muda dalam dunia finansial.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah strategi penting untuk menggali potensi pasar mahasiswa. Dengan mengembangkan ekosistem digital kampus yang terintegrasi melalui aplikasi Bale Syariah, bank ini berharap bisa jadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa.
“Ekosistem digital kampus ini dirancang agar Bale Syariah by BSN dapat menjadi bagian dari berbagai aktivitas mahasiswa. Tidak hanya memenuhi kebutuhan transaksi keuangan mereka, layanan ini juga diharapkan bisa mendukung kegiatan kemahasiswaan serta memfasilitasi aktivitas ibadah,” ungkap Alex dalam siaran pers yang diterbitkan pada Sabtu (7/11/2026).
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Bank BSN telah merancang empat pilar integrasi digital di lingkungan kampus yang sangat menarik.
Pilar pertama adalah memberikan kemudahan dalam transaksi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui penggunaan virtual account (VA). Mahasiswa juga dapat menikmati program cashback saat bertransaksi di kantin kampus menggunakan aplikasi Bale Syariah. Ini tentu bikin transaksi lebih hemat sekaligus praktis.
Pilar kedua berfokus pada mendukung kegiatan kemahasiswaan lewat sponsorship. Ini juga jadi peluang untuk menarik mahasiswa baru agar lebih mengenal dan menggunakan aplikasi Bale Syariah.
Kemudian, untuk pilar ketiga, Bank BSN ingin memperluas transaksi nontunai di kampus dengan memanfaatkan QRIS di berbagai tenant dan usaha milik BUM PTNBH. Dengan sistem direct merchant ini, pengelola usaha di kampus bisa menikmati transaksi yang lebih cepat dan efisien.
Terakhir, pilar keempat mencakup kerja sama dengan masjid kampus untuk memperkuat ekosistem keuangan sosial syariah. Ini termasuk penyediaan QRIS untuk pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Kerjasama ini mencoba menjangkau mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam segi sosial.
Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan layanan digital Bank BSN terasa signifikan. Hingga September 2026, aplikasi Bale Syariah mencatatkan 258,8 ribu pengguna aktif, yang melonjak 191,8% secara year-to-date (YTD). Ini jadi indikasi bahwa layanan ini diterima dengan baik oleh masyarakat, terutama kalangan mahasiswa.
Dari sisi transaksi, Bale Syariah mencatat sebanyak 3,84 juta transaksi dengan total nilai mencapai Rp7,47 triliun. Angka yang fantastis, bukan? Sementara itu, jumlah merchant QRIS Bank BSN mencapai 6.645 hingga September 2026, mengalami pertumbuhan 68,9% YTD. Volume transaksi QRIS sendiri tercatat mencapai Rp178,79 miliar dengan frekuensi 2,43 juta transaksi. Ini tentunya menunjukkan kepercayaan yang semakin tinggi dari pengguna terhadap sistem keuangan syariah digital.
Dengan kolaborasi bersama BUM PTNBH, Bank BSN memiliki langkah strategis untuk memperluas basis nasabah dari kalangan generasi muda, sekaligus mendorong penggunaan layanan keuangan syariah digital di kalangan mahasiswa. Melihat pertumbuhan yang mengesankan ini, ke depannya, bersama-sama kita bisa berharap agar layanan keuangan syariah semakin populer dan diterima secara luas oleh generasi muda Indonesia.

