Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Skandal Manipulasi Saham Menghebohkan, Ribuan Investor Terjebak!
Market

Skandal Manipulasi Saham Menghebohkan, Ribuan Investor Terjebak!

Reihan
Last updated: 31 Oktober 2026 8:43 PM
By
Reihan
6 Min Read
Share
Skandal Manipulasi Saham Menghebohkan, Ribuan Investor Terjebak!
SHARE

Jakarta, CNBC Indonesia – Skandal dugaan manipulasi pasar saham sedang menjadi perbincangan hangat di Turki. Kasus yang melibatkan beberapa perusahaan pengelola dana investasi ini berdampak cukup besar pada sekitar 455.000 investor, memicu jatuhnya indeks saham, dan menyebabkan sejumlah pejabat perusahaan serta politisi partai yang berkuasa terjerat dalam masalah ini.

Menurut laporan DW, lebih dari 45 orang telah ditangkap oleh otoritas Turki terkait kasus ini. Bahkan, seorang politisi senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang saat ini berkuasa juga memilih mundur di tengah proses penyelidikan yang berlangsung.

Bagi banyak investor Turki, skandal ini merupakan tamparan keras, apalagi mereka sudah berjuang mempertahankan kekayaan di tengah inflasi yang melonjak hingga 30%. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat mulai beralih ke investasi di emas, valuta asing, saham, hingga reksa dana yang menjanjikan hasil tinggi.

Sayangnya, pasar saham justru menjadi jebakan bagi ratusan ribu investor. Pada pertengahan September, indeks acuan BIST 100 merosot 6% hanya dalam sehari. Dalam beberapa hari berikutnya, indeks ini merosot hingga 12% lebih.

Penurunan tajam ini dipicu oleh skandal dugaan manipulasi pasar yang sangat besar. Dengan lebih dari 455.000 investor terkena dampak serta penangkapan lebih dari 45 individu, termasuk beberapa petinggi perusahaan investasi, situasi semakin memanas.

Permasalahan ini bermula ketika sejumlah penyedia dana investasi kesulitan untuk mengembalikan uang milik investor. Dua perusahaan yang terlibat, Pusula Portfoy dan Tera, mengalami masalah besar. Total aset dua dana yang dikelola oleh Tera saja mencapai sekitar 6,5 miliar euro atau setara dengan US$6,37 miliar.

Melihat perkembangan ini, Dewan Pasar Modal Turki (SPK) mengambil langkah dengan merelokasi dana investasi dari tujuh perusahaan pengelola aset. Beberapa yang terpapar adalah Tera, Pusula, dan Atlas. Sebanyak 131 dana investasi direncanakan akan dilikuidasi, menurut informasi dari kantor berita negara Anadolu.

Read more  AI Bantu Clinician Hemat Waktu, Namun Mayoritas Tak Punya Pelatihan yang Cukup, Survei Mengungkap

Saat ini, Kejaksaan Istanbul sedang menyelidiki dugaan penipuan, pelanggaran undang-undang pasar modal, dan pembentukan organisasi kriminal. Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, mengungkapkan bahwa dugaan utama dalam kasus ini adalah adanya upaya dari perusahaan pengelola dana untuk menaikkan nilai portofolio mereka secara artifisial, sementara aset di dalamnya justru terdiri dari saham-saham yang berkualitas rendah dan bermasalah.

Dari lebih dari 45 orang yang ditangkap, banyak di antara mereka adalah petinggi perusahaan investasi. Otoritas juga membekukan aset milik 42 individu dan 46 badan hukum, seperti yang diinformasikan Gurlek melalui media sosial X.

Bursa Efek Istanbul juga mengambil tindakan dengan mengeluarkan 27 saham dari indeks BIST 100 yang mulai berlaku sejak 1 Oktober.

Di tengah penyelidikan ini, banyak yang bertanya tentang rencana untuk uang milik ratusan ribu investor yang terdampak. Otoritas berencana melakukan likuidasi dana investasi tersebut dengan menjual aset yang ada lalu membagikan hasil penjualannya kepada investor secara proporsional, sesuai dengan kepemilikan unit penyertaan masing-masing.

Proses likuidasi ini pun diperpanjang dari tiga bulan menjadi enam bulan. Menurut Aysel Gundogdu, penasihat keuangan independen, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penjualan paksa di pasar, sehingga saham tidak terpaksa dijual di harga yang terlalu rendah.

Walaupun begitu, perpanjangan waktu ini tidak berarti semua proses likuidasi akan memakan waktu enam bulan. Penyelesaian bisa lebih cepat, tergantung kondisi pasar. Namun, investor juga tidak bisa berharap 100% uang mereka akan kembali. Mengingat dana investasi sangat berbeda dengan rekening tabungan, di mana penurunan nilai aset langsung berpengaruh pada total nilai investasi mereka.

Gundogdu memprediksi bahwa dana pasar uang mungkin masih bisa kembali ke tangan investor. Namun untuk dana lindung nilai atau hedge fund serta dana saham yang berisi saham-saham berkualitas rendah, kondisinya jauh lebih rumit.

Read more  Perusahaan Robotika China Siap Meluncurkan IPO, Siapkan Tahap Baru Era AI!

Ekonom sekaligus kolumnis Guldem Atabay menyatakan bahwa meskipun investor harus siap menghadapi risiko pasar, mereka tidak seharusnya menanggung kerugian akibat kebohongan atau manipulasi pasar yang terjadi. Kerugian yang diakibatkan oleh praktik manipulasi dan informasi yang salah harus menjadi perhatian utama.

Saat likuidasi, saham-saham serta berbagai surat berharga dalam portofolio harus dijual. Tetapi tantangannya adalah menentukan nilai sebenarnya dan seberapa cepat aset tersebut dapat dijual di pasar. Gundogdu menilai nilai aset yang dimiliki mungkin tidak cukup untuk memenuhi semua klaim dari investor, dan ia melihat adanya masalah struktural dalam pengelolaan dan pengawasan di industri ini.

“Krisis ini jauh lebih besar dari sekadar masalah likuiditas. Terdapat kelemahan dalam pengelolaan dan pengawasan,” ujar Gundogdu.

Ia pun menyarankan agar aset yang dimiliki oleh pendiri perusahaan pengelola dana dan manajernya juga digunakan untuk menutup kekurangan dana yang dialami investor. Atabay meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab segera diidentifikasi agar kerugian akibat pelanggaran hukum dapat dipulihkan.

“Likuidasi bukan pengganti dari tanggung jawab,” tegasnya.

Skandal ini pun mulai memberikan dampak politik di Turki. Fatma Betul Sayan Kaya, wakil ketua AKP dan mantan Menteri Urusan Keluarga, meminta Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menghapus semua jabatannya.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article CEO OKX Serukan Aliansi Keamanan Bersama Usai Serangan Siber terhadap Bursa Crypto CEO OKX Serukan Aliansi Keamanan Bersama Usai Serangan Siber terhadap Bursa Crypto
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Thailand Sambut Keterlibatan AS-Myanmar, Harapkan Dialog ASEAN Tentukan Masa Depan Negara tersebut
Thailand Sambut Keterlibatan AS-Myanmar, Harapkan Dialog ASEAN Tentukan Masa Depan Negara tersebut
Market
X Dorong Pengguna Promosikan Postingan Mereka dengan Tanda Jari, Netizen Pun Bingung!
X Dorong Pengguna Promosikan Postingan Mereka dengan Tanda Jari, Netizen Pun Bingung!
Bisnis
Krisis NEET Inggris dan Pensiun Pabrik: Dua Wajah dari Masalah yang Sama
Krisis NEET Inggris dan Pensiun Pabrik: Dua Wajah dari Masalah yang Sama
Tech
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Kekhawatiran Kebijakan Prabowo Memperdalam Penurunan Pasar Indonesia
Market

Obligasi Indonesia Kembali Merosot, Kepercayaan Pasar Masih Lesu

Reihan
12 Juni 2026
Utang AS Tembus US$40 Triliun, Mencatatkan Dua Kali Lipat Sejak Era Trump dan Biden
Market

Utang AS Tembus US$40 Triliun, Mencatatkan Dua Kali Lipat Sejak Era Trump dan Biden

Reihan
20 Agustus 2026
Thailand Setujui Investasi 23 Miliar Baht oleh Nestle untuk Pabrik Cerdas dan Pusat Distribusi
Market

Thailand Setujui Investasi 23 Miliar Baht oleh Nestle untuk Pabrik Cerdas dan Pusat Distribusi

Reihan
9 Juli 2026
Gubernur Bank Sentral Filipina Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga yang Lebih Moderat
Market

Gubernur Bank Sentral Filipina Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga yang Lebih Moderat

Reihan
16 Agustus 2026
Singapura Jadi Pilihan Utama Wisatawan Muslim di Tengah Meningkatnya Perencanaan Liburan Berbasis AI
Market

Singapura Jadi Pilihan Utama Wisatawan Muslim di Tengah Meningkatnya Perencanaan Liburan Berbasis AI

Reihan
18 Juni 2026
Akhirnya Terungkap: Warisan $50,000 untuk DP Rumah Menjadi Perebutan Antara Dua Anak!
Market

Akhirnya Terungkap: Warisan $50,000 untuk DP Rumah Menjadi Perebutan Antara Dua Anak!

Reihan
12 Oktober 2026
Hyundai dan ST Engineering Melobi Kontrak Kapal Perang Thailand senilai US$530 Juta
Market

Hyundai dan ST Engineering Melobi Kontrak Kapal Perang Thailand senilai US$530 Juta

Reihan
24 April 2026
Bisnis Filipina Berharap Kebangkitan di 2026, Namun Harga Minyak Melonjak Tajam Semalam
Market

Bisnis Filipina Berharap Kebangkitan di 2026, Namun Harga Minyak Melonjak Tajam Semalam

Reihan
31 Maret 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?