Tanggal 4 Juli yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk kemajuan legislasi struktural pasar kripto di Senat kini terlihat semakin tidak pasti, menurut kepala penelitian Galaxy Digital, Alex Thorn.
Jadwal Senat Menciptakan Penyumbatan
Thorn menurunkan estimasi probabilitas untuk lolosnya CLARITY Act pada tahun 2026 dari 75% menjadi 60%. Ini disebabkan oleh jadwal Senat yang semakin sibuk dengan prioritas yang saling bersaing.
Agenda minggu depan akan sebagian besar diisi dengan urusan terkait FISA setelah suara reauthorization yang gagal, sehingga menyisakan sedikit ruang bagi legislasi kripto untuk maju.
Thorn menjelaskan bahwa hambatannya bukan lagi pada kemauan politik — dukungan untuk undang-undang ini masih ada. Masalahnya kini adalah waktu.
saya baru saja mengirim catatan ini kepada klien yang menurunkan kemungkinan lolosnya CLARITY Act 2026 dari 75% segera setelah markup menjadi 60% hari ini
saya sudah bilang pada bulan Mei bahwa jadwal Senat adalah salah satu rintangan terbesar, dan situasi itu kini semakin memburuk. tadi malam, suara reauthorization FISA gagal, jadi sekarang… pic.twitter.com/2EcxMb3Hwh
— Alex Thorn (@intangiblecoins) June 5, 2026
Masalah yang Belum Teratasi Menambah Keterlambatan
Dua isu utama masih tersisa: aturan etika untuk pembuat undang-undang dan ketentuan terkait keuangan ilegal yang terhubung dengan undang-undang ini. Keduanya belum terpecahkan, dan ketidakpastian di kedua bidang ini semakin mempersulit langkah selanjutnya.
Meski probabilitasnya menurun, Thorn tetap optimis tentang peluang undang-undang ini di masa mendatang — meskipun ia mengingatkan bahwa jadwal kini menjadi lebih fleksibel daripada yang banyak orang kira.
CLARITY Act dianggap sebagai legislasi kripto yang paling penting yang sedang dibahas di Kongres saat ini. Tujuan utamanya adalah untuk menyelesaikan perselisihan yang sudah lama terjadi antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission mengenai siapa yang mengatur apa di ruang aset digital.
Dalam proposal ini, token yang dikategorikan sebagai komoditas akan berada di bawah pengawasan CFTC, sedangkan yang dianggap sekuritas akan tetap berada di tangan SEC. Perbedaan ini akan mengubah cara bursa beroperasi dan persyaratan kepatuhan yang berlaku bagi proyek kripto.
Para pendukung mengatakan bahwa kejelasan federal mengenai batasan tersebut akan mengurangi ketidakpastian regulasi dan mencegah pengembangan kripto berpindah ke luar negeri.
Jendela yang Mungkin Menutup
Senator Cynthia Lummis sebelumnya menunjukkan 4 Juli sebagai tanda untuk memulai legislasi struktural pasar di Senat.
Perkiraan baru dari Thorn memberikan tekanan pada target tidak resmi tersebut. Penilaiannya mencerminkan batasan jadwal, bukan pergeseran dalam pandangan pembuat undang-undang terhadap undang-undang itu sendiri.
Bagi para pemangku kepentingan kripto yang menanti kepastian regulasi, pandangan yang diperbarui ini menunjukkan bahwa jalan menuju legislasi komprehensif mungkin lebih panjang dari yang diperkirakan.
Gambar unggulan dari Unsplash, grafik dari TradingView

