Laboratorium Radical Numerics di San Francisco mengumumkan bahwa model virus yang dirancang oleh AI mereka, yaitu bakteriophages, diberikan kepada seorang pasien dengan infeksi yang kebal terhadap obat, menjadi yang pertama di dunia.
Tidak banyak informasi lebih lanjut yang diberikan mengenai hasilnya, karena laporan ini belum diterbitkan, atau direview oleh rekan sejawat. Namun, ini adalah langkah besar dalam dunia pengobatan berbasis AI.
Akhir Oktober 2026, Radical Numerics mengumumkan bahwa bakteriophages yang direncanakan oleh model genom baru mereka telah diberikan kepada seorang pasien manusia dengan infeksi bakteria resistensi antibiotic, di bawah jalur pemakaian yang dikendalikan oleh dokter yang diizinkan FDA.
Jika klaim ini terbukti, ini akan menjadi kali pertama organisme yang dirancang oleh AI digunakan sebagai pengobatan pada manusia.
Bakteriophages adalah virus yang menginfeksi bakteria dan sama sekali tidak mengganggu sel-sel manusia. Pengobatan menggunakan bakteriophages telah ada lebih dari satu abad, bahkan sebelum penemuan penisilin, dan kini mulai bangkit kembali seiring dengan meningkatnya masalah resistensi antibiotik.
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa terapi phage secara umum aman, dan berbeda dari antibiotik spektrum luas, phage dapat menargetkan strain bakteria tertentu tanpa mengganggu mikrobioma lainnya di dalam tubuh.
Pusat permasalahan di sini adalah bahwa setiap phage mengenali kumpulan spesifik reseptor permukaan bakteria, sehingga menemukan yang cocok untuk pengobatan pasien menjadi tantangan tersendiri. Dokter biasanya mulai dengan mencari di bank phage yang ada, kemudian menguji sampel lingkungan, dan sebagai langkah terakhir, mereka akan mencoba metode rekayasa genetik. Ini bukan sekadar pengujian akademis, melainkan situasi hidup atau mati bagi pasien dengan sepsis.
Skala masalah tersebut tidak diragukan lagi. Proyek Global Burden of Disease memperkirakan bahwa resistensi antimikroba terkait dengan sekitar 4,7 juta kematian pada tahun 2021, dan diperkirakan ada sekitar 40 juta kematian yang bisa disebabkan oleh masalah ini antara tahun 2025 dan 2050.
Radical Numerics didirikan oleh tim yang sebelumnya bekerja pada model genom Evo dan Evo 2, yang menghasilkan genom phage pertama yang sepenuhnya ditulis oleh AI. Dalam proyek sebelumnya, mereka berhasil menciptakan 700.000 kandidat genom; 285 di antaranya disintesis, dan 16 menghasilkan virus yang dapat hidup. Ini adalah bukti konsep dengan tingkat keberhasilan yang menjanjikan meski cukup menantang.
Omnii-1 adalah langkah berikutnya, di mana pemodelan ini lebih fokus dan terarah. Alih-alih menciptakan seluruh genom baru, model ini mengedit komponen targeting. Tim memusatkan perhatian pada T7, bakteriophage E. coli yang terkenal, dan melakukan rekayasa pada gp17, protein fiber pengikat reseptor.
Statistik yang dibagikan perusahaan cukup mengesankan. Dari 11 hingga 15 perubahan asam amino, 69,9% varian yang dirancang berhasil ditemukan sebagai phage yang dapat hidup, dibandingkan dengan 4,8% dari kontrol acak. Dari 6.694 varian dengan aktivitas terukur, 2.161 di antaranya mengalahkan yang asli, dengan beberapa di antaranya memiliki 28 substitusi asam amino.
Perusahaan melakukan uji coba komposisi yang dirancang terhadap bakteria yang diisolasi dari infeksi pasien nyata, dan mereka telah mengkonfirmasi bahwa ini menghilangkan isolat tersebut di lab sebelum diberikan kepada pasien. Pasien itu dilaporkan mengalami infeksi E. coli yang tidak merespons antibiotik maupun phage lainnya, yang merupakan situasi terburuk dalam konteks penyakit menular.
Radical Numerics tidak membagikan informasi mengenai perkembangan klinis pasien, keluarannya, atau nama rumah sakit dan dokter yang terlibat, demi menjaga privasi pasien.
Meskipun perusahaan memposting laporan teknis di situs web mereka tanpa review sejawat, mereka berharap ini dapat dijadikan komersial di masa mendatang.
Hingga kini, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus tersebut, meskipun CEO Eric Nguyen menyatakan perusahaan ingin menerbitkan hasil penelitian mereka melalui jalur peer review.
Para ahli luar pun masih bersikap skeptis, meskipun penasaran dengan hasilnya. Michael Baym, seorang mikrobiolog Harvard yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa jika ini berhasil, hasilnya akan luar biasa, tetapi ia tetap skeptis sampai ada penelitian lebih lanjut.
Dari sisi komersial, perburuan phage adalah proses yang lambat, dan Radical Numerics percaya bahwa mereka dapat memperpendek waktu desain dari bulan menjadi hari. Apabila AI terbukti bisa mempercepat proses ini, maka akan ada kemungkinan lebih banyak pasien yang mendapatkan pengobatan yang tepat waktu dengan biaya yang lebih terjangkau.
Namun, ada juga kekhawatiran. Model yang bisa merancang virus tidak hanya bermanfaat, tetapi juga bisa disalahgunakan. Radical Numerics menyadari hal ini dan berkomitmen untuk mengikuti langkah-langkah biosafety, containment, dan berbagi data yang sesuai dengan kemampuan dari model mereka.
Integrasi AI dalam proses pengobatan seperti ini bisa membawa dampak besar di industri kesehatan. Jika langkah ini berhasil, akan ada dampak besar bagi cara kita menangani penyakit menular di masa depan.

