Snap Inc. sebentar lagi akan meluncurkan generasi keenam dari kacamata pintar mereka, yang kali ini dikenal dengan nama Snap Specs. Meskipun telah hadir hampir satu dekade, dengan peluncuran awal Spectacles pada 2016, produk ini kini telah berkembang menjadi platform augmented reality yang super canggih.
Snap mengungkap Specs dalam acara Augmented World Expo 2026 pada bulan Juni lalu. Perusahaan ini tampak lebih fokus pada konsumen umum, bukan hanya pada kalangan bisnis. Setelah mencoba sendiri Specs di kantor Snap di Santa Monica, jelas terlihat bahwa kacamata ini adalah pintu gerbang menuju ekosistem AR yang luas. Pengalaman yang ditawarkan cukup menyenangkan meskipun ada beberapa keanehan saat penggunaan.
Desain Menarik dengan Layar Cerah
Kacamata Specs generasi keenam ini memiliki desain yang lebih ramping dibandingkan generasi sebelumnya, meski masih terlihat cukup chunky. Dikenakan dengan bingkai hitam tebal yang terbuat dari material Swiss TR90 polymer, Snap menawarkan dua ukuran—model 47mm seberat 132 gram dan 52mm seberat 136 gram. Jika dibandingkan dengan Meta Ray-Ban yang hanya seberat 50 gram, Specs memang lebih berat, tetapi distribusi bobot di Specs terbilang baik, menjadikannya nyaman saat dipakai. Tim kecil dari model 47mm mungkin sedikit lebih menyempit di pelipis saat dipakai.
Specs memproyeksikan layar digital dengan sudut pandang 51 derajat, memberikan ruang pandang yang cukup luas. Snap setara dengan monitor desktop 24 inci, dan berkat lensa liquid crystal on silicon (LCoS), kualitas gambarnya sangat tajam dan hidup.
Perangkat Lunak Pintar dan Intuitif
Sebagian besar waktu yang dihabiskan untuk mencoba Specs adalah dengan menggunakan perangkat lunak yang dirancang untuk konsumen. Antarmukanya bersih dan mudah dipahami, dengan fitur terbagi antara menu Beranda dan Lensa Saya. Objek digital dapat dipindahkan dengan gestur mencubit yang sederhana. Namun, terkadang perintah gestur tidak terdeteksi dengan baik, sehingga perlu diulang beberapa kali.
Salah satu fitur menarik adalah AI asisten onboard, Specs Intelligence. Sama seperti asisten AI lainnya, Specs Intelligence dapat memberikan informasi relevan sesuai perintah suara, dan selalu siap mendengar. Asisten ini juga belajar dari rutinitas pengguna dan memberikan informasi yang berguna ketika dibutuhkan, dengan respons yang cepat dan akurat.
Aplikasi Pendukung
Pada saat mencoba Specs, saya memiliki akses ke beberapa aplikasi pihak ketiga, seperti Spotify dan Google Docs. Audio dari kacamata ini sangat jelas dan memiliki bass yang cukup menggigit, mengingat speaker terpasang di kedua sisi yang mengarah langsung ke telinga. Untuk Google Docs, pengguna dapat menghubungkan keyboard nirkabel melalui Bluetooth. Meski terdapat sedikit latensi antara input keyboard dan tampilan di layar, masih cukup berguna.
Selain aplikasi pihak ketiga, terdapat juga banyak aplikasi buatan Snap sendiri, seperti browser internet, galeri gambar, navigasi, akses langsung ke Snapchat, dan yang paling menarik adalah alat terjemahan yang dapat menerjemahkan bahasa lain secara real time. Contohnya, saat perwakilan Snap berbicara dalam bahasa Italia, terjemahan langsung muncul di layar beberapa detik setelahnya.
Penilaian Awal
Snap Specs cukup menyenangkan untuk digunakan. Meskipun ukurannya besar, kacamata ini nyaman dipakai, dan perangkat lunaknya terasa intuitif. Meskipun terdapat beberapa inkonsistensi dalam kontrol gestur, waktu peluncuran resmi masih menyisakan kesempatan untuk memperbaiki itu.
Saat ini, Snap Specs tersedia untuk pre-order dengan harga $2,195 (sekitar Rp 32.000.000) dan deposit sebesar $200. Tanggal rilisnya dijadwalkan pada musim gugur ini, kemungkinan sebelum akhir November. Snap juga akan mengadakan pameran di Westfield Century City shopping mall di Los Angeles mulai tanggal 1 Oktober, jadi peluncuran bulan Oktober tampaknya sangat mungkin.

