Upbit baru-baru ini memberikan peringatan kepada Mantra terkait insiden keamanan yang belum terpecahkan yang melibatkan aset virtual, dompet yang dikelola penerbit, serta buku besar terdistribusi yang digunakan untuk menerbitkan, mentransfer, dan menyimpan OM. Dalam reviewnya, Upbit menemukan kondisi yang menunjukkan bahwa kerugian pengguna sudah terjadi atau bisa terjadi.
Peringatan ini menarik perhatian lebih pada keamanan infrastruktur yang mendukung OM, bukan sekadar pada performa pasarnya. Sistem pemantauan pasar Upbit memungkinkan mereka untuk memberikan tanda peringatan pada aset digital ketika ada kekhawatiran yang belum teratasi. Jika masalah-masalah tersebut tidak diselesaikan, bisa berdampak pada penghentian dukungan perdagangan.
Selain itu, waktu peringatan ini cukup menarik mengingat perubahan signifikan dalam ekonomi token Mantra. Jadwal pasokan beredar Upbit menunjukkan bahwa pasokan beredar OM diperkirakan meningkat dari sekitar 1,22 miliar token pada Januari 2026 menjadi 1,43 miliar pada bulan Agustus. Sementara itu, proyek tersebut juga meningkatkan tingkat inflasi dari 3% menjadi 8% pada bulan Agustus 2025.
TOKEN MANTRA TURUN 18% SEBAGAI BLOCKCHAIN TERHENTI $OM turun 18,5% dari puncak harian, mencapai level terendah baru setelah MANTRA Chain berhenti memproduksi blok. Tim telah menghentikan blockchain sebagai tindakan pencegahan sambil menyelidiki insiden yang belum terjelaskan. Detail lebih lanjut akan segera hadir… pic.twitter.com/oFqu5VeWqP
— CryptoSavingExpert ® (@CryptoSavingExp) August 21, 2026
Kenapa Peringatan Keamanan dari Exchange Sangat Penting untuk Token Kripto Kecil
Exchange seperti Upbit bukan hanya tempat lain untuk memperdagangkan token. Di Korea Selatan, keputusan pasar mereka bisa memberi dampak besar pada likuiditas, karena exchange domestik menguasai porsi yang substansial dari aktivitas kripto lokal. Oleh karena itu, peringatan dapat mengubah cara trader menilai aset sebelum adanya penghapusan formal.
Upbit memiliki struktur peringatan dengan tiga tingkat risiko pasar, mulai dari hati-hati hingga peringatan dan bahaya, dan terpisah memantau isu-isu yang dapat menyebabkan penghentian dukungan perdagangan. Begitu sebuah exchange mulai mempertanyakan infrastruktur di baliknya, pasar bisa mulai memperhitungkan kemungkinan likuiditas yang terbatas sebelum keputusan akhir diambil.
Bagi OM, masalah ini sangat relevan karena pasokan beredarnya terus meningkat. Kenaikan dari sekitar 1,07 miliar OM pada Agustus 2025 menjadi 1,43 miliar setahun kemudian berarti peningkatan lebih dari 34%. Jika kekhawatiran keamanan bergabung dengan meningkatnya pasokan, pasar harus siap menghadapi risiko kehilangan kepercayaan serta tambahan token yang masuk ke peredaran.
Related: Korea Selatan Akan Luncurkan Unit Pendakwa Khusus untuk Memerangi Kejahatan Kripto
Apa Artinya Peningkatan Pasokan OM untuk Investor?
Masuknya lebih banyak token ke dalam peredaran tidak selalu berarti harga akan jatuh, tetapi ini meningkatkan jumlah permintaan yang dibutuhkan untuk mempertahankan valuasi yang sama. Berdasarkan jadwal saat ini, data Upbit memproyeksikan pasokan beredar mencapai sekitar 1,77 miliar OM pada Agustus 2027, sebuah peningkatan sekitar 24% dari level Agustus 2026.
Ini berarti OM kini menghadapi dua pertanyaan berbeda. Pertama, apakah masalah keamanan dapat diselesaikan hingga memuaskan Upbit? Kedua, apakah permintaan untuk token dapat tumbuh cukup cepat untuk menyerap pasokan yang terus meningkat?
Keputusan Upbit ini jadi sorotan lebih dari sekadar isu keamanan langsung. Ini juga memaksa pasar untuk mempertimbangkan apakah aktivitas jaringan OM dan permintaan investor cukup kuat untuk mendukung ekonomi tokennya di bawah pengawasan yang lebih tinggi.
Sementara itu, pada bulan Juli, Upbit menambahkan Derive (DRV) ke pasar KRW, BTC, dan USDT. Selain itu, sembilan token lainnya juga mendapatkan pasangan perdagangan baru dengan BTC dan USDT pada bulan Juni. Meskipun listing ini meningkatkan volume perdagangan di awal, beberapa di antaranya gagal mempertahankan kenaikan harga awal saat minat pasar mendingin.

