Para analis mengatakan penghargaan ini menguatkan posisinya untuk menangkap pangsa pasar infrastruktur AI yang terus berkembang di negara tersebut.
[KUALA LUMPUR] Dengan percepatan pertumbuhan pusat data di wilayah Asia Tenggara, perusahaan infrastruktur dan konstruksi terbesar di Malaysia, Gamuda, kini muncul sebagai salah satu penerima manfaat terbesar. Ini terlihat setelah mereka berhasil meraih kontrak pusat data hyperscale senilai RM1,7 miliar (US$418 juta).
Anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Gamuda, yaitu Gamuda Engineering, telah mendapatkan kontrak dari sebuah perusahaan teknologi multinasional yang berkantor pusat di AS untuk membangun pusat data hyperscale di Springhill Industrial Park, Port Dickson, Negeri Sembilan.
Berdasarkan pengajuan ke bursa lokal, proyek ini mencakup pekerjaan infrastruktur lokasi, konstruksi inti dan shell, serta pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP). Konstruksi dijadwalkan mulai pada kuartal ketiga tahun 2026 dan diharapkan selesai pada kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir pada 31 Juli 2028.

