Di era teknologi yang terus berkembang saat ini, banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Pekerjaan, bisnis, bahkan keseluruhan industri terancam hilang. Kini, kita bisa menambahkan rumah ke dalam daftar tersebut. Infrastuktur listrik baru untuk pusat data di negara bagian Georgia mengharuskan penggusuran 30 rumah dan pengambilan 330 bidang tanah.
Kabar baiknya, tambahan daya ini akan memungkinkan kapasitas pusat data yang lebih besar. Dan bagi mereka yang kehilangan rumah, ada harapan baru dengan kehadiran agen AI pribadi untuk membantu mencari tempat tinggal baru.
Rumah Hilang untuk AI
Mark Zuckerberg baru-baru ini mengumumkan rencana lima tahun baru untuk AI, menjelaskan bahwa miliaran orang akan segera memiliki agen AI pribadi mereka sendiri. Ini tentu membutuhkan pengembangan pusat data yang jauh lebih besar daripada yang pernah kita lihat sebelumnya.
Agen ini akan “bekerja untuk Anda 24/7 demi mencapai tujuan Anda di semua bidang yang Anda pedulikan,” kata Zuckerberg. Mereka akan menangani berbagai hal yang biasanya Anda kerjakan sendiri, seperti mengelola hubungan, keuangan, bahkan pekerjaan rumah tangga.
Kita kemudian bertanya-tanya, saat AI membebaskan kita dari beban sebagai manusia, apa yang tersisa untuk kita hadapi? Kita akan mengalihkan sumber daya dunia, iklim, rumah, dan informasi pribadi, sementara AI bisa menjalani hidup kita untuk kita. Anda akan memiliki banyak waktu luang untuk melakukan… hal lain? Mungkin mendengarkan deru halus pusat data lokal?
Janji-janji AI tampak mengarah pada penggantian manusia. Alasan utama perusahaan berlomba-lomba mengadopsi teknologi AI adalah karena ini berjanji dapat memangkas salah satu biaya utama mereka: tenaga kerja. Tingkat produktivitas mungkin tetap sama atau bahkan meningkat, tetapi keuntungan dapat melambung berkat pengurangan biaya operasional yang signifikan.
Konon, akan ada pekerjaan baru di sektor-sektor yang belum pernah dipikirkan sebelumnya, begitulah klaimnya. Namun, apakah ini hanya cara untuk menghibur mereka yang kehilangan pekerjaan karena teknologi AI?
Saat ini, AI sudah menggerus posisi entry level dan pekerjaan administratif yang dulu menjadi pintu masuk yang baik ke industri baru. AI pun mengganti pekerja yang ada, sambil sekaligus menutup jalan bagi mereka untuk beralih ke sektor lain. Jangan lupakan bahwa banyak tempat kerja kini menerapkan pewawancara berbasis AI yang menghapus interaksi manusia yang tersisa dalam proses pencarian kerja.
Lebih parahnya lagi, setelah kehilangan sumber penghasilan, tagihan energi Anda kemungkinan akan melonjak seiring pusat data terhubung dengan jaringan listrik yang sudah tertekan. Banyak penyedia listrik di AS telah menaikkan tarif sebagai cara untuk membiayai peningkatan infrastruktur demi menyediakan sambungan baru untuk pusat data. Dan kualitas udara juga akan memburuk seiring meningkatnya penggunaan turbin berbahan bakar gas untuk memenuhi permintaan listrik.
Meskipun ada sisi positif dari AI, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran, tetapi harapan utama saya terkait AI di tempat kerja adalah kebangkitan serikat buruh. Meski selama beberapa dekade serikat buruh ditindas dan jumlah keanggotaan menurun seiring pensiunnya para pemimpin lama, ancaman baru bagi pekerja ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk mengembalikan serikat buruh ke kejayaannya.
Semakin banyak anggota yang dimiliki, semakin kuat serikat tersebut. Tidak ada agen AI yang bisa merubah itu.

