Wall Street kini memfokuskan perhatian besar pada exchange-traded funds (ETF) yang memberikan akses bagi investor ke kecerdasan buatan (AI), menurut laporan terbaru dari J.P. Morgan Asset Management.
Laporan “Panduan ETF” yang diterbitkan bulan ini menunjukkan bahwa tema AI masuk dalam lima besar berdasarkan aset yang dikelola, meskipun sektor ini mengalami volatilitas pada kuartal kedua.
Jon Maier, kepala strategi ETF di perusahaan itu, menjelaskan kepada CNBC’s “ETF Edge” minggu ini bahwa banyak tema investasi kini bertransformasi menuju AI dan ekosistem yang terkait dengan teknologi tersebut.
Maier yang memimpin tim riset untuk laporan ini juga menyoroti keterkaitan antara ETF bertema AI dan infrastruktur yang mendukungnya. Ia mengatakan, “Semua ini saling berhubungan dalam cerita AI … aplikasi, energi, dan model AI.”
Menuju arus? ETF vs. reksa dana
Dalam laporan tersebut, J.P. Morgan juga menemukan bahwa aliran masuk dana reksa secara keseluruhan menunjukkan penurunan signifikan, sementara lebih banyak uang justru mengalir ke ETF.
“Ini hanya akan berlanjut,” kata Maier, menambahkan bahwa data di laporan menunjukkan adanya arus masuk negatif ke dalam reksa dana secara keseluruhan selama beberapa tahun terakhir.
Ia menjelaskan bahwa ETF semakin menarik bagi investor ritel karena manfaat pajak yang ditawarkan. “Biasanya mereka tidak membayar pajak keuntungan modal,” ungkap Maier.
Maier berpendapat bahwa reksa dana memiliki cerita yang berbeda. “Bayangkan jika Anda membeli reksa dana pada tahun 2022 dan mengalami kerugian 20%, 30%, atau bahkan 40%, tergantung pada bagian pasar mana yang Anda pilih, dan di saat yang sama Anda masih mendapatkan keuntungan modal sebesar 6%. Tentu saja Anda tidak akan senang,” tambahnya.
Laporan ini menggambarkan perubahan signifikan dalam bagaimana investor memilih untuk mengalokasikan dananya. Kebangkitan ETF menggambarkan perubahan perilaku dalam investasi, di mana banyak yang lebih memilih fleksibilitas dan manfaat pajak yang ditawarkan dibandingkan dengan reksa dana tradisional.
Seiring dengan berlanjutnya tren digitalisasi dan otomatisasi dalam berbagai sektor, minat terhadap ETF yang berfokus pada AI diyakini akan terus meningkat. Dengan inovasi baru yang terus bermunculan, tampaknya masa depan investasi semakin cerah bagi mereka yang berani mengambil langkah ke arah ini.
Dari perspektif jangka panjang, berinvestasi pada ETF yang berhubungan dengan AI bukan hanya soal mengejar tren, tetapi juga memahami bahwa teknologi ini mungkin akan menjadi bagian integral dari banyak industri di masa depan.
Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, banyak investor cerdas mulai menyesuaikan portofolio mereka untuk mencerminkan langkah-langkah inovatif ini, dan J.P. Morgan siap membantu mereka dengan panduan yang telah disusun sebelumnya.
Apakah Anda siap bergabung dalam perjalanan ini? Ini bisa menjadi langkah awal yang menguntungkan dalam dunia investasi saat ini!

