Stablecoin yang dipatok pada dolar Hong Kong dan didukung oleh Standard Chartered Bank (Hong Kong) diperkirakan akan segera beredar dalam waktu dua minggu ke depan. Laporan media lokal menyebutkan hal ini berdasarkan sumber-sumber pasar.
Stablecoin bernama HKDAP ini akan diterbitkan melalui Anchorpoint Financial Technology, sebuah usaha patungan antara Standard Chartered Bank (Hong Kong), HKT, dan Animoca Brands. Ini juga merupakan salah satu dari dua perusahaan pertama yang mendapatkan lisensi penerbit stablecoin dari Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) pada bulan April lalu.
Jika semua berjalan sesuai rencana, peluncuran ini menandai peralihan proyek dari tahap persetujuan regulasi menuju penerbitan publik setelah beberapa bulan persiapan teknis dan operasional di bawah Ordinansi Stablecoin Hong Kong. Persiapan ini termasuk pengujian transfer di jaringan Ethereum yang sukses pada bulan Mei, yang dilakukan bersama platform yang berlisensi, OSL Group, dan perusahaan perdagangan PantherTrade, sebelum jadwal peluncuran yang sekarang.
Sebelumnya, Anchorpoint menyatakan bahwa HKDAP akan diperkenalkan secara bertahap selama kuartal kedua tahun 2026. Perusahaan juga menegaskan bahwa setiap token akan didukung satu banding satu oleh cadangan dolar Hong Kong yang disimpan dalam akun terpisah, sesuai dengan aturan HKMA untuk stablecoin yang didukung fiat.
Namun, jadwal ini sudah mengalami penundaan sekali. Pengumuman Anchorpoint di bulan April menargetkan peluncuran bertahap yang dimulai pada kuartal kedua 2026, tetapi jendela tersebut ditutup pada akhir Juni tanpa peluncuran publik.
Makna Debut HKDAP untuk Pembayaran Digital yang Teregulasi
Peluncuran HKDAP bisa menjadi salah satu uji coba nyata pertama untuk rezim lisensi stablecoin baru di Hong Kong. Berbeda dengan stablecoin yang tidak teratur, penerbit bersertifikat harus sepenuhnya mendukung token mereka dengan aset cadangan berkualitas tinggi, memisahkan dana pelanggan, dan memenuhi persyaratan modal, penebusan, dan pengungkapan yang ditetapkan oleh HKMA. Aturan ini dirancang untuk memastikan bahwa pengguna dapat menebus stablecoin dengan nilai nominal sekaligus mengurangi risiko kekurangan cadangan.
Peluncuran ini juga menunjukkan jalan menuju pembayaran digital yang teregulasi. Sebagai contoh, stablecoin seperti USDC sudah digunakan untuk transfer antar negara, perdagangan crypto, dan penyelesaian transaksi. Presiden Animoca Brands, Evan Auyang, mengatakan bahwa stablecoin HKD yang diatur dengan baik sangat penting untuk infrastruktur keuangan Hong Kong, menjadikan HKDAP sebagai jembatan untuk perdagangan lintas batas dan penyelesaian transaksi 24/7.
Anchorpoint yang didukung oleh Standard Chartered siap meluncurkan stablecoin HKDAP pic.twitter.com/cup42wBqzJ
— Joe (@CryptoWithJoe) 20 Juli 2026
Stablecoin Teregulasi Hong Kong Masih Harus Membuktikan Penggunaannya
Meski ada berbagai proyek token yang dipatok HKD dan program percontohan yang muncul selama bertahun-tahun, aktivitas crypto di kota ini masih sangat bergantung pada stablecoin yang didukung oleh dolar AS seperti USDT dan USDC.
Namun, keberhasilan HKDAP bergantung pada adopsi, bukan sekadar persetujuan. Jika bank, penyedia pembayaran, dan platform aset ter-token mulai menyelesaikan transaksi dengan HKDAP alih-alih bergantung pada stablecoin yang dipatok dolar, Hong Kong bisa membangun jaringan pembayaran on-chain domestik yang berfokus pada mata uang lokalnya. Namun, jika bisnis melihat sedikit keuntungan dalam beralih, HKDAP mungkin tetap menjadi alternatif teratur, alih-alih menjadi stablecoin yang lebih disukai untuk pembayaran dan penyelesaian.
Peluncuran yang dinantikan ini juga datang saat Hong Kong semakin maju ke arah keuangan digital yang teregulasi. Bulan ini, HashKey Exchange, Shanghai Commercial Bank, dan Visa memperkenalkan salah satu kartu kredit co-branded pertama di Asia, yang menghubungkan bursa aset digital berlisensi dengan bank tradisional.

