Microsoft baru saja merilis pembaruan Patch Tuesday untuk bulan Juli 2026 yang mencetak rekor dengan memperbaiki 622 kerentanan, termasuk 58 di antaranya dianggap kritis. Dari jumlah itu, terdapat dua kerentanan yang telah dieksploitasi di dunia nyata, dan satu lagi sudah diumumkan secara publik. Selain itu, Microsoft juga menambal 428 kerentanan di Chromium.
Jumlah kerentanan yang diperbaiki sangat mengesankan, dan sebagian besar dalang yang diabaikan adalah kerentanan CVE-2026-56155 dan CVE-2026-56164. CVE-2026-56155 berhubungan dengan kerentanan dalam Active Directory Federation Services (AD FS) yang memungkinkan penyerang yang sudah terotorisasi untuk meningkatkan hak aksesnya secara lokal. Kerentanan ini memiliki skor keparahan 7.8 dari 10.
Sementara itu, CVE-2026-56164 adalah masalah dalam Microsoft Office SharePoint yang memungkinkan penyerang tidak terotorisasi untuk meningkatkan hak akses melalui jaringan. Di sini Microsoft memberikan skor menengah 5.3, namun National Vulnerability Database menilainya lebih parah dengan skor 9.8 dari 10.
Tidak hanya itu, ada juga kerentanan lain yang patut dicatat, seperti CVE-2026-50661, yang merupakan kegagalan mekanisme perlindungan di Windows BitLocker. Hal ini memungkinkan penyerang tanpa izin untuk mengabaikan fitur keamanan melalui serangan fisik. Selain itu, kerentanan CVE-2026-48561 dalam Microsoft Copilot memungkinkan penyerang tanpa izin untuk mengeksekusi kode melalui jaringan.
Jika Anda berpikir 622 kerentanan dalam satu bulan adalah jumlah yang besar, Anda tidak salah. Ini jauh lebih tinggi dari jumlah biasanya yang dikeluarkan Microsoft, kemungkinan besar karena perusahaan kini menggunakan Mythos, AI yang fokus pada keamanan siber dari Anthropic.
Dalam bulan Juni 2026, sekitar sebulan dan setengah setelah rilis Mythos, Microsoft hanya memperbaiki 206 kerentanan. Ini sontak menarik perhatian publik, karena jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata biasanya. Sebelumnya, Microsoft hanya memperbaiki 120 kerentanan di bulan Mei, 167 di bulan April, dan 79 di bulan Maret.
Kenaikan jumlah pembaruan ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, apakah Microsoft kini lebih siap dalam menangani masalah keamanan siber? Dengan adanya AI canggih seperti Mythos, tampaknya perusahaan mulai lebih agresif dalam mengamankan produknya dari ancaman keamanan yang terus berkembang. Para investor dan penggemar teknologi harus memperhatikan momen-momen seperti ini, yang menunjukkan betapa pentingnya inovasi dalam dunia digital saat ini.

