Perusahaan penyedia layanan Caller ID, Truecaller, baru saja meluncurkan layanan eSIM untuk para pelancong. Peluncuran ini datang pada saat perusahaan sedang berusaha memperkuat neraca keuangan dan mendiversifikasi bisnisnya di tengah penurunan pendapatan iklan.
Truecaller menyebutkan bahwa paket yang ditawarkan berkisar dari 1 GB selama 7 hari hingga 20 GB selama 30 hari. Untuk awal peluncuran, produk eSIM ini akan tersedia di 29 negara.
Daftar negara tersebut mencakup Italia, Swedia, Spanyol, Prancis, Jerman, Polandia, Portugis, Rumania, Belanda, Belgia, Irlandia, Austria, Finlandia, Republik Ceko, Denmark, Hungaria, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, Swiss, Norwegia, Chili, Indonesia, Malaysia, Afrika Selatan, Mesir, dan Nigeria.
Menariknya, pasar terbesar perusahaan, India, tidak termasuk dalam daftar ini. Hal ini tampaknya disebabkan oleh regulasi telekomunikasi yang ketat di negara tersebut. Sebelumnya, India sempat memblokir Airalo dan Holafly karena kekhawatiran terkait penyalahgunaan.
Truecaller mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan penyedia konektivitas seluler global Telna dan penyedia perangkat lunak telekomunikasi Telness Tech untuk mengoperasikan platform eSIM.
Sementara ada penyedia eSIM lain seperti Airalo, Holafly, Roamless, dan Saily milik NordVPN, Truecaller percaya bahwa basis pengguna mereka yang telah mencapai lebih dari 500 juta akan memberikan keuntungan dalam menarik pengguna baru.
“Titik awal kami berbeda dengan pemain lain di kategori ini. Mereka harus membangun audiens dari nol. Kami menawarkan eSIM perjalanan di dalam aplikasi yang sudah dipercaya dan digunakan lebih dari 500 juta orang setiap bulan,” ujar Fredrik Kjell, COO Truecaller, melalui email ke TechCrunch.
“Ini adalah hubungan yang sudah terjalin, dengan banyak orang telah menggunakan Truecaller selama bertahun-tahun. Hal ini mengubah cara distribusi dan harga,” lanjut Kjell.
Kjell juga menambahkan bahwa langkah ini adalah strategi bagi Truecaller untuk membuat aplikasi mereka lebih bermanfaat bagi pengguna. Ini menjadi sangat penting bagi perusahaan, terutama setelah mereka mengurangi 70 pekerjaan di berbagai tim minggu lalu. Selain itu, perusahaan juga mencatat angka yang kurang memuaskan pada kuartal pertama 2026, dengan penjualan bersih turun 27% menjadi 362 juta SEK (sekitar $39,34 juta) dan pendapatan iklan yang turun 44%.
Perusahaan pun kini lebih fokus pada peningkatan pendapatan dari langganan melalui fitur seperti AI Assistant dan Family Protection. Di waktu ketika pendapatan iklan tidak stabil, layanan tambahan seperti eSIM bisa jadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan.
Sebagaimana yang dilaporkan oleh TechCrunch tahun lalu, adopsi eSIM semakin meningkat berkat kesesuaian untuk perjalanan dan perangkat. Investor juga menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal pada startup eSIM. Dalam 12 bulan terakhir, startup seperti Airalo, Roamless, Kolet, eSIMo, dan Truley berhasil mengumpulkan dana jutaan dolar.

