Produsen pertahanan asal Polandia, WB Group, baru saja meluncurkan senjata baru berupa muni loitering yang desainnya mengingatkan kita pada pesawat pembom B-2 Spirit dari Amerika. Senjata ini, yang dikenal dengan nama Gladius 2 atau Warmate 30, mengadopsi bentuk ramping dengan sayap datar yang berfungsi untuk mengurangi tanda radar dan panas, bukan hanya sekadar untuk estetika.
Desain sayap terbang ini mendispersikan gelombang radar dengan lebih efektif dibandingkan dengan bentuk pesawat yang kotak, itulah sebabnya pesawat pembom siluman telah menggunakan siluet yang sama selama beberapa dekade. Dengan bentuk ini, Gladius 2 diharapkan dapat lebih sulit terdeteksi oleh musuh.
Gladius 2 menggunakan mesin turbojet, memberikan keunggulan dalam kecepatan menuju sasaran dibandingkan versi Warmate sebelumnya yang menggunakan tenaga listrik. Muni ini membawa hulu ledak seberat 30 kg dan dapat diluncurkan dari kontainer pengiriman atau kendaraan khusus.
WB Group merancang senjata ini untuk beroperasi dalam sistem serangan pengintaian Gladius yang lebih luas, bukan sebagai senjata yang bekerja sendiri. Sistem ini menggabungkan drone pengintai FT-5 Łoś dengan alat penghancur terpisah, semuanya terkoordinasi melalui platform perangkat lunak bernama Topaz.
Dengan pengaturan ini, satu operator dapat mengetahui posisi sasaran menggunakan pesawat pengintai, lalu menghancurkannya dengan senjata serangan terpisah. Menurut informasi dari perusahaan, pengembangan varian baru ini dimulai pada September 2022, dengan pelajaran yang diambil dari konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.
Polandia Terus Investasi pada Sistem Drone
Saat ini, Polandia tengah menggelontorkan dana besar untuk sistem unmanned yang diproduksi dalam negeri dan muni loitering. Pada Mei 2026, Badan Amunisi Polandia menandatangani kesepakatan yang mencakup lebih dari 400 sistem Warmate dan hampir 200 drone pengintai FlyEye. Kontrak yang sama juga mencakup 12 modul tembakan Gladius, di mana dananya sebagian berasal dari program pinjaman pertahanan SAFE Uni Eropa.
Namun, WB Group belum mengkonfirmasi apakah Gladius 2 atau Warmate 30 termasuk dalam perjanjian pengadaan yang ada tersebut. Hal ini penting karena pesawat baru yang diperlihatkan ini dapat menjadi tawaran untuk masa depan, bukan sistem militer Polandia yang sudah dikontrak.
WB Group sebelumnya telah menggambarkan beberapa varian Warmate berdasarkan kategori muatan, termasuk model dengan hulu ledak seberat 5kg, 20kg, dan 50kg. Maka, Warmate 30 cocok menjadi jembatan antara konfigurasi yang lebih besar dan lebih kecil dengan muatan 30kg-nya sendiri. Warmate 3 sebelumnya dilaporkan memiliki hulu ledak yang lebih kecil namun mampu menjangkau jarak hingga 70km.
Sistem Gladius yang asli juga telah ditawarkan dengan varian Warmate bertenaga listrik yang mampu menjangkau lebih dari 100km. Namun, angka-angka ini sebaiknya tidak dianggap sebagai spesifikasi langsung untuk Gladius 2 sampai WB Group merilis data kinerjanya sendiri. Apakah Gladius 2 akan menunjukkan performa sebagaimana yang diharapkan oleh bentuknya, masih harus menunggu rilis data uji dari WB Group.
Pembom ini menggunakan siluet stealth yang terbukti efektif, dan menjadi keputusan yang masuk akal bagi negara yang sedang memperluas persenjataan di bawah tekanan perang yang nyata.

