Perusahaan reactor nuklir maju, X-energy, resmi memulai perdagangan pada hari Jumat. Ini terjadi di tengah booming AI dan elektrifikasi yang menarik perhatian besar pada industri nuklir.
Saham X-energy dibuka di harga $30,11 setelah mereka meningkatkan penawaran awal, dengan harga $23 per saham, lebih tinggi dari perkiraan awal yang berkisar antara $16 hingga $19. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan lebih dari $1 miliar, menjadikannya penawaran umum perdana nuklir terbesar dalam sejarah. Saham ini kemudian diperdagangkan dengan kenaikan 26%.
X-energy memiliki reactor xe-100 yang berkapasitas 80 megawatt. Reactor ini bisa digabungkan dengan reactor tambahan untuk mencapai kapasitas hingga 960 megawatt. Xe-100 adalah model reactor gas suhu tinggi. Selain memproduksi listrik, suhu tinggi dari reactor ini memungkinkan penggunaannya dalam aplikasi industri yang sulit dinetralkan karbon, seperti produksi bahan kimia.
Saat ini, semua reactor nuklir yang beroperasi di AS adalah reactor air ringan.
Walaupun X-energy belum memulai pembangunan fasilitas reactor, mereka sudah memiliki pipa pesanan yang lebih dari 11 gigawatt. Ini berkat kemitraan dengan berbagai perusahaan besar seperti Amazon, Dow, dan Centrica.
Sebelum melantai di bursa, X-energy berhasil mengumpulkan lebih dari $1,4 miliar, termasuk dana Seri D sebesar $700 juta yang diperoleh pada bulan November lalu. Beberapa pendukungnya termasuk Amazon, Jane Street, ARK Invest, dan dana Ares Management. Perusahaan ini juga menerima pendanaan dari Departemen Energi AS.
X-energy menjadi perusahaan reactor maju pertama yang memilih rute IPO tradisional. Sebelumnya, kompetitornya seperti Oklo dan NuScale melakukan debut publik melalui transaksi SPAC. Meskipun X-energy sempat mencari listing melalui merger SPAC, mereka akhirnya membatalkan rencana tersebut pada tahun 2023.
Model bisnis X-energy juga berbeda dari beberapa pesaingnya, karena mereka tidak berencana untuk memiliki dan mengoperasikan pembangkit nuklir. Mereka akan melisensikan teknologi mereka dan juga menjual bahan bakar nuklir yang diproduksi di fasilitas fabrikasinya di Oak Ridge, Tennessee, yang akan mulai dibangun pada tahun 2025.
Pada Maret 2025, X-energy dan Dow mengajukan permohonan izin konstruksi kepada Komisi Regulasi Nuklir AS untuk proyek yang mereka usulkan di Seadrift, Texas. Proses review diharapkan akan memakan waktu 18 bulan, dan merupakan bagian dari proses dua langkah yang juga mencakup permohonan untuk lisensi operasi.
X-energy juga bekerja sama dengan Amazon untuk deploy 5 gigawatt di seluruh AS hingga tahun 2039. Proyek pertama akan menjadi fasilitas berkapasitas 320 megawatt bersama utilitas Washington, Energy Northwest, yang sebelumnya telah diumumkan oleh kedua perusahaan.

