JPMorgan Chase & Co. baru-baru ini menarik perhatian dunia keuangan dengan pernyataan CEO-nya, Jamie Dimon. Dalam sebuah panggilan pendapatan bank, Dimon mengungkapkan bahwa meskipun alat kecerdasan buatan (AI) bisa membantu perusahaan melindungi diri dari serangan siber, saat ini justru membuat mereka lebih rentan.
JPMorgan sedang menguji model terbaru dari Anthropic, yaitu Mythos, yang baru saja diumumkan. Model ini bagian dari usaha mereka untuk memanfaatkan teknologi AI, sambil tetap menjaga diri dari ancaman yang muncul dari penggunaan teknologi yang sama oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dimon menyatakan, “AI malah semakin parah, membuat semuanya lebih sulit.” Dia menjelaskan bahwa teknologi ini menambah kerentanan, tetapi di masa depan bisa memberikan solusi yang lebih baik untuk memperkuat pertahanan siber. Pernyataan ini terungkap saat Dimon mengacu pada peringatan dari Anthropic, yang menyebut bahwa model tersebut telah menemukan ribuan kerentanan dalam perangkat lunak perusahaan.
Nampaknya, Dimon cukup mencemaskan bagaimana teknologi yang awalnya dipandang sebagai peningkatan produktivitas, kini dapat menjadi ancaman serius, karena memberikan cara baru bagi pelaku kejahatan untuk meretas sistem teknologi. Hal ini juga menjadi perhatian pemerintah, dengan Sekretaris Treasury, Scott Bessent, yang mengumpulkan para CEO bank untuk membahas risiko yang ditimbulkan oleh Mythos.
Sebagai bank terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, JPMorgan sudah lama berinvestasi besar-besaran untuk tetap di depan dalam menghadapi ancaman, dengan tim yang khusus dan koordinasi yang intens dengan agen pemerintah. Dimon menekankan, “Kami mengeluarkan banyak uang. Kami punya pakar top dan selalu berkomunikasi dengan pemerintah. Ini adalah pekerjaan penuh waktu, dan kami melakukannya setiap saat.”
‘Mode Serangan’
Namun, Dimon memperingatkan bahwa risiko ini tidak hanya terfokus pada satu institusi saja, mengingat sifat sistem keuangan yang saling terhubung. Dia menjelaskan, “Itu tidak berarti semua yang diandalkan bank aman dengan baik.” Banks terhubung dengan bursa dan berbagai hal lainnya yang menciptakan lapisan risiko tambahan.
CFO JPMorgan, Jeremy Barnum, menambahkan bahwa industri ini sudah lama menyadari bahwa AI memiliki dua sisi dalam cybersecurity. Dia menjelaskan, “Alat-alat ini bisa memudahkan menemukan kerentanan, tetapi juga bisa digunakan oleh pihak bad actors dalam mode serangan.” Inovasi terbaru dari Anthropic dan perusahaan lainnya hanya memperburuk tren yang telah ada.
Meskipun alat AI canggih sangat penting, Dimon menekankan bahwa praktik cybersecurity tradisional tetap sangat dibutuhkan. Dia mengingatkan pentingnya menjaga data dengan baik, melindungi jaringan, router, dan perangkat keras, serta secara rutin mengganti kata sandi. “Melakukan semua hal ini dengan benar bisa secara drastis mengurangi risiko.”
Dalam panggilan pendapatan yang sama, CEO Goldman Sachs, David Solomon, juga menyatakan bahwa banknya sedang menguji Mythos, meskipun dia enggan memberikan komentar lebih lanjut.
Dengan semakin meningkatnya risiko dari teknologi baru, penting bagi perusahaan untuk tetap waspada dan memperkuat sistem keamanan mereka. Dalam era digital yang terus berkembang, langkah-langkah proaktif dalam perlindungan cybersecurity akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan yang akan datang.

