Agensi Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) mendorong organisasi untuk memanfaatkan honeypots dan berbagai umpan untuk mendeteksi intrusi siber dengan lebih baik, sekaligus menjaga peretas sibuk dengan materi yang ditiru. Untuk mendukung tujuan ini, CISA baru-baru ini merilis panduan baru yang dirancang untuk membantu bisnis dari berbagai ukuran dan tingkat kematangan keamanan siber menjalankan “strategi decoy siber” ini.
CISA mencatat dalam advisory keamanannya bahwa “Banyak organisasi kesulitan untuk mendeteksi musuh yang menggunakan kredensial sah, alat bawaan, dan teknik living off the land (LOTL) untuk melakukan penemuan, двигаться lateral, dan mengakses data.”
“Cyber decoys adalah aset yang terlihat seperti sistem, akun, atau data yang sah, tetapi dirancang untuk mengalihkan perhatian musuh, mendeteksi keberadaan mereka, atau memfasilitasi pengumpulan intelijen ancaman siber (CTI). Ketika organisasi mengadopsi model Zero Trust, mereka harus mengasumsikan bahwa aktor jahat dapat memperoleh akses ke lingkungan mereka dan merencanakan sesuai dengan itu.”
Tripwires, Breadcrumbs, dan Honeytokens
Panduan CISA menunjukkan bahwa Zero Trust adalah pendekatan terbaik untuk menjaga keamanan infrastruktur perusahaan. Konsep ini tidak menganggap pengguna, perangkat, atau segmen jaringan sebagai yang bisa dipercaya secara otomatis; organisasi harus beroperasi dengan asumsi bahwa kompromi adalah hal yang tak terhindarkan. Jika Anda ingin menyelami lebih dalam, ada panduan mendalam tentang apa itu ZTNA.
Namun, CISA menambahkan bahwa cyber decoys sejalan dengan paradigma ini dan melengkapi ZTNA dengan mendukung pemantauan dan verifikasi yang berkelanjutan. Ini menciptakan peringatan berkualitas tinggi untuk aktivitas mencurigakan, mengurangi kelelahan akibat banyaknya peringatan, dan membantu pembela mendeteksi aktivitas setelah kompromi seperti teknik LOTL yang digunakan oleh musuh. Cyber decoys juga dapat diimplementasikan dengan cara yang bertahap, efisien dari segi biaya, dan dapat diskalakan, serta dapat ditambahkan ke tumpukan teknologi keamanan siber tanpa memerlukan perubahan arsitektural besar.
Panduan tersebut memperkenalkan berbagai konsep decoy seperti tripwires, breadcrumbs, dan honeytokens. Ia juga menggunakan kerangka kerja MITRE Engage dan MITRE ATT&CK untuk memberikan langkah-langkah yang diperlukan dalam merencanakan, menerapkan, dan memperbaiki operasi ini.

