Ranking Meta baru UFC diumumkan pada hari Senin lalu. Seperti yang bisa diprediksi, reaksi dari para petarung sangat beragam. Mari kita bahas seluk-beluk MMA.
Bagaimana Reaksi Petarung Terhadap Ranking Meta Baru?
Para petarung yang menduduki posisi lebih baik tentu merayakannya. Namun, ada juga yang seperti Charles Johnson yang merasa keberatan dengan peringkat baru ini.
Ranking Meta dihitung ulang setiap hari Senin setelah acara berlangsung menggunakan probabilitas kemenangan, metode kemenangan, aktivitas, dan kekuatan jadwal. Rumus ini memberi keuntungan pada petarung yang baru saja meraih kemenangan atau finis melawan lawan yang telah ter-ranking. Oleh karena itu, perubahan papan peringkat yang dipengaruhi oleh hasil terbaru seperti kartu di Gedung Putih dan pergeseran gelar di UFC 328 memunculkan respon yang beragam. UFC menyatakan bahwa pengujian internalnya menunjukkan model ini memprediksi hasil laga lebih akurat dibandingkan panel media lama.
Siapa Petarung yang Senang dengan Ranking Meta Baru?
Luana Santos sangat senang karena kemenangannya pada hari Sabtu lalu atas Karol Rosa membawanya ke posisi Top 5 di divisi bantamweight wanita. Banyak juga petarung lain yang excited dengan posisi baru mereka.
Luana Santos merayakan pencapaiannya di posisi No. 3 dunia, sementara Gregory Rodrigues (No. 9 di middleweight), Vitor Petrino, Pat Sabatini, dan Jacqueline Amorim semua menyampaikan rasa syukur tentang tempat mereka.
Manajer Ali Abdelaziz pun menyatakan dengan simpel bahwa ia menyukai ranking baru ini.
Bahkan Mitch Raposo, yang berhasil naik di kelas flyweight, mengakui bahwa ia menjadi penggemar sistem yang didorong oleh AI ini.
Siapa Petarung yang Tidak Senang dengan Ranking Meta Baru?
Johnson adalah yang paling marah dan memang ada alasan di baliknya. Ia berhasil mengalahkan Lone’er Kavanagh. Namun dia baru saja kalah dari Alex Perez. Ini memang situasi yang sulit, bahkan bagi sistem AI untuk menentukan.
Charles “InnerG” Johnson menunjukkan skeptisisme yang jelas, bercanda bahwa ia tidak bisa menganggap angka-angka ini serius.
Renato Moicano juga melontarkan sindiran, menyebut ini adalah pertama kalinya ranking mendapatkan sesuatu dengan benar, meskipun posisinya juga naik.
Apakah Ranking Meta Baru Ini Adil?
Ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab sampai UFC mengungkapkan parameter yang digunakan. Yana Santos memberikan reaksi yang paling masuk akal terhadap ranking tersebut. Ia mengajukan beberapa pertanyaan yang valid.
Santos menyatakan bahwa ia tidak mengeluh, tetapi benar-benar ingin memahami formula tersebut setelah melihat rekan-rekannya melesat sementara ia tetap di posisi No. 6.
Dominick Reyes memandangnya seperti teka-teki, mencoba menguraikan bagaimana pergeseran ini bisa memposisikannya sebagai cadangan untuk turnamen gelar light heavyweight.
Sampai UFC membuka perhitungan di balik matematikanya, ketegangan antara objektivitas dingin dan perasaan manusia adalah inti dari cerita ini.

