Setiap perusahaan sepertinya kini sangat terobsesi dengan kecerdasan buatan (AI), baik itu tentang bagaimana teknologi ini mengubah industri mereka maupun dampaknya terhadap karyawan dan pelanggan. Namun, tingkat penerapan alat AI di dalam perusahaan dan adaptasi terhadap realita yang cepat berubah sangat bervariasi. Berdasarkan studi terbaru dari AI-Driven Enterprise Institute (AIDE), dapat dilihat seberapa baik perusahaan-perusahaan yang terdaftar di S&P 500 dan para pemimpin mereka mengadopsi teknologi AI dibandingkan rekan-rekan mereka.
Unsur yang paling menonjol, seperti yang dilaporkan, adalah perusahaan-perusahaan di industri teknologi. AIDE mengevaluasi empat aspek — literasi, advokasi, orientasi, dan implementasi — serta memberi setiap perusahaan skor maksimal 100 dalam empat kategori tersebut, sebelum akhirnya memberikan indeks keseluruhan.
Dari data yang diperoleh, perusahaan dengan skor tertinggi di bidang teknologi adalah Nvidia. Mereka mendapat skor 100 di dua pilar, orientasi dan implementasi, dan menjadi perusahaan terbesar di dunia berkat penjualan chip dan sistem yang memfasilitasi pengembangan model dan layanan AI. Sementara itu, Meta dan Amazon juga mendapatkan skor sempurna 100, meskipun dalam S&P 500 mereka termasuk kategori layanan komunikasi dan barang konsumen masing-masing.
Perusahaan lain yang menemani di peringkat atas adalah SLB, yang dulunya dikenal sebagai Schlumberger, yang juga meraih skor 100. Peringkat berikutnya diisi oleh Walmart, kemudian AES dan NextEra Energy, yang keduanya tergolong sebagai utilitas.
Indeks baru yang bersifat open-source ini mengandalkan data-data publik yang tersedia, seperti transkrip panggilan pendapatan, lowongan pekerjaan, dan aplikasi paten untuk menilai seberapa banyak pengetahuan dan pernyataan para eksekutif mengenai AI, serta seberapa prioritas teknologi ini dalam operasi sehari-hari perusahaan.
Meskipun data ini tidak secara langsung mengukur apakah AI berdampak positif secara finansial, tujuan utamanya adalah memberikan cara objektif bagi pemimpin untuk membandingkan strategi mereka dengan rekan-rekan dalam industri, tanpa harus bergantung pada umpan balik dari survei yang bersifat subyektif, ungkap Paul Cheek, CEO AIDE dan dosen senior di Massachusetts Institute of Technology.
Cheek menekankan bahwa ketika seorang dewan bertanya kepada CEO, “Bagaimana kinerja kita dibandingkan dengan kelompok sebanding?” mereka seharusnya tidak hanya berspekulasi. Mereka perlu memiliki data yang kuat untuk mendukung apa yang mereka sampaikan.
Dia juga menambahkan bahwa ada “ruang signifikan untuk meningkatkan” literasi AI di kalangan anggota dewan dan eksekutif, menyarankan agar mereka lebih memahami AI dalam konteks manajemen risiko dan investasi strategis yang dapat menciptakan nilai untuk semua pihak yang terlibat.
Berikut adalah 20 perusahaan dengan skor tertinggi, berdasarkan skor “orientasi” dan “implementasi” mereka:
- Nvidia (100)
- Schlumberger (100)
- Amazon (100)
- Meta (100)
- Walmart (95.84)
- AES (95.46)
- NextEra Energy (95.44)
- Ecolab (95)
- Digital Realty (94.74)
- Chevron (94.74)
- Alphabet (94.72)
- Equinix (94.59)
- IQVIA (93.75)
- Dow (93.34)
- Halliburton (92.83)
- Broadridge Financial Solutions (91.66)
- Microsoft (91.37)
- Block (90.91)
- Duke Energy (90.91)
- PepsiCo (90.62)
Perusahaan-perusahaan ini berada di puncak sektor mereka berdasarkan “AIDE Index”. Dengan mengadopsi AI secara efektif, mereka menunjukkan betapa pentingnya teknologi ini dalam meningkatkan kinerja dan inovasi di dunia bisnis saat ini.

