Grafik mingguan XRP menunjukkan tanda-tanda potensi penurunan setelah gagal merebut kembali area $1.60, menurut analis papan atas Aksel Kibar, CMT. Setup terbaru XRPUSD-nya menunjukkan kemungkinan perpanjangan penurunan menuju $0.75 jika konsolidasi saat ini gagal.
Kibar, yang aktif di akun TechCharts di platform X, adalah seorang Chartered Market Technician dan trader grafik klasik dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam analisis pasar ekuitas global. Dia sebelumnya merupakan manajer dana yang bekerja di Yapi Kredi Bank di Turki dan National Bank of Abu Dhabi sebagai analis teknikal senior dan manajer dana.
Reputasinya dalam dunia analisis teknis semakin diperkuat oleh Peter Brandt, trader komoditas veteran, yang sering menyebut karya Kibar sebagai “analis grafik klasik paling berbakat yang masih ada saat ini.”
XRP Terjepit di Bawah Resistance $1.60
Postingan terbaru Kibar mengenai XRP singkat tapi jelas. “$XRPUSD $1.6 adalah level resistance. Konsolidasi terbaru di bawah resistance ini bisa berfungsi sebagai sinyal penurunan.”
Grafik menunjukkan XRP di timeframe mingguan Bitstamp, diperdagangkan sekitar $1.28 setelah gagal merebut kembali wilayah $1.60. Level itu penting karena merupakan zona support sebelumnya dari rentang 2025 yang lebih luas, yang meluas hingga area $3.45 di puncaknya. Setelah XRP kehilangan support ini, zona yang sama mulai bertindak sebagai resistance.
Detail penting lainnya adalah struktur yang terbentuk di bawahnya. XRP tidak hanya diperdagangkan di bawah $1.60; ia telah terkompresi dalam pola konsolidasi yang mirip dengan segitiga. Batas atas cenderung menurun dari upaya pemulihan yang gagal, sementara batas bawah meningkat dari titik terendah pasca breakdown.
Dalam analisis grafik klasik, struktur semacam ini bisa berkembang ke kedua arah, tetapi letaknya sangat penting. Segitiga yang terbentuk setelah breakdown besar dan di bawah support sebelumnya sering dianggap sebagai pola perpanjangan penurunan kecuali pembeli berhasil memaksa pemulihan kembali di atas resistance.
Target $0.75 Kibar tampaknya berasal dari pergerakan terukur pola tersebut. Bagian terlebar dari segitiga menjangkau sekitar $1.67 hingga $1.12, memberikan struktur ketinggian sekitar $0.55. Jika XRP menembus di bawah segitiga mendekati area $1.30, mengurangi rentang $0.55 tersebut akan memberikan tujuan penurunan mendekati $0.75.
Ini menjadikan target tersebut tidak sekadar angka arbitrary, melainkan merupakan perpanjangan yang diproyeksikan dari kompresi saat ini jika pasar mengonfirmasi adanya breakdown. Setup ini masih membutuhkan konfirmasi. Tanpa adanya penembusan jelas di bawah segitiga, grafik tetap berisiko dan belum menjadi sinyal bearish yang pasti.
Pola Trend Jangka Panjang Kibar
Grafik tersebut juga menyajikan filter tren jangka panjang Kibar. Di dunia kripto, Kibar dikenal menggunakan moving average eksponensial 365 hari sebagai filter arah utama daripada sebagai pemicu beli atau jual yang berdiri sendiri. Harga di atas rata-rata tersebut umumnya mendukung bias yang lebih konstruktif; harga di bawahnya mengindikasikan perlunya kewaspadaan, terutama ketika rally terhambat di bawah resistance.
Dalam kasus XRP, harga diperdagangkan di bawah moving average merah jangka panjang di $1.74, sementara rata-rata itu sendiri berada di atas konsolidasi saat ini. Ini menambah lapisan tambahan pada interpretasi bearish. Pembeli tidak hanya perlu menegaskan risiko breakdown segitiga; mereka juga perlu memperbaiki struktur tren yang lebih luas dengan merebut kembali resistance yang hilang dan bergerak kembali di atas rata-rata jangka panjang.
Saat berita ini ditulis, XRP diperdagangkan di level $1.29.

Gambar unggulan dibuat dengan DALL.E, grafik dari TradingView.com

