Andrej Karpathy Bergabung dengan Anthropic, Memperkuat Tim Pra-Pelatihan
Banyak yang berharap langkah ini menjadi tanda kepercayaan diri, mengingat Anthropic kabarnya mempersiapkan IPO dengan nilai lebih dari satu triliun dolar.
Pesaing teratas di industri riset AI sedang berlomba-lomba mendapatkan talenta terbaik, meskipun belanja AI tetap menjadi fokus dan kekhawatiran utama bagi pasar keuangan.
Andrej Karpathy, salah satu pendiri OpenAI, kini menemukan rumah baru di Anthropic sebagai bagian dari tim pra-pelatihan perusahaan tersebut.
Peneliti AI yang sudah terkenal ini sebelumnya menjabat sebagai pemimpin AI di Tesla dan juga mendirikan perusahaan edukasi AI bernama Eureka Labs. Dia dikenal berkat karyanya dalam menciptakan istilah ‘vibe coding’, yang menjadi istilah umum untuk membiarkan AI melakukan sebagian besar pekerjaan berat saat ‘mengkode’ aplikasi, sering kali hanya berdasarkan arahan.
Yang membuat Karpathy sangat dicari adalah kemampuannya yang serba bisa. Selain bekerja di OpenAI dan Tesla, dia juga sempat magang di tim DeepMind milik Google saat meneliti jaringan saraf sebagai bagian dari gelar PhD-nya di Stanford.
Karpathy Akan Memimpin Tim Sendiri di Divisi Pra-Pelatihan Anthropic
Dalam sebuah unggahan di X tentang keputusannya, Karpathy menyatakan, “Pembaharuan pribadi: Saya telah bergabung dengan Anthropic. Saya rasa beberapa tahun ke depan di ujung batas LLM akan sangat penting. Saya sangat bersemangat untuk bergabung dengan tim di sini dan kembali ke R&D. Saya tetap sangat peduli tentang pendidikan dan berencana untuk melanjutkan pekerjaan itu di waktu mendatang.”
Nick Joseph, yang sebelumnya bekerja di tim keselamatan OpenAI dan kini memimpin tim pra-pelatihan, juga menyambutnya di X, “Senang sekali menyambut Andrej di tim Pra-Pelatihan! Dia akan membangun tim yang fokus menggunakan Claude untuk mempercepat riset pra-pelatihan itu sendiri. Saya tidak bisa memikirkan siapa pun yang lebih cocok untuk melakukannya — tidak sabar untuk melihat apa yang akan kami buat bersama!”
Persaingan yang Semakin Ketat untuk Peneliti AI
Keputusan Karpathy ini datang di saat persaingan untuk merekrut talenta AI terbaik semakin ketat dalam beberapa bulan terakhir. Meta dikabarkan menawarkan pembelian miliaran dolar kepada perusahaan-perusahaan untuk memastikan peneliti bergabung dengan tim mereka, meskipun banyak peneliti juga beralih ke organisasi lain dengan berbagai alasan, termasuk etika, akses ke sumber daya komputasi, dan pemimpin yang dianggap lebih baik.
Sementara itu, Claude dari Anthropic telah mencapai beberapa terobosan dalam beberapa bulan terakhir, mengejar dan terkadang melampaui metrik kinerja dibandingkan dengan penawaran dari laboratorium seperti Google dan OpenAI.
Penawaran Anthropic yang lebih terfokus, seperti Mythos yang berfokus pada keamanan dan integrasi lainnya, terus menjadi jalan bagi pertumbuhan pendapatan dan pengaruh perusahaan di industri ini.

