[KUALA LUMPUR] Badan antikorupsi Malaysia, MACC, baru saja memberikan berita menggembirakan dengan janji untuk memulihkan lebih banyak karya seni bernilai tinggi yang terkait dengan skandal 1MDB yang merugikan negara. Pada 6 Mei 2026, MACC menampilkan empat karya seni yang baru saja berhasil dipulihkan di kantor pusat mereka.
Keempat karya seni tersebut termasuk cetakan Pablo Picasso dari tahun 1961 dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendapatkan kembali lebih dari US$4,5 miliar yang diselewengkan dari dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) antara 2009 hingga 2014 dalam sebuah skema yang rumit dan mendunia.
Investigasi di AS menyebutkan bahwa dana tersebut digunakan oleh pejabat tinggi 1MDB serta rekan-rekannya untuk membeli berbagai barang mewah, mulai dari hotel bintang lima hingga perhiasan dan karya seni.
Kepala MACC, Azam Baki, menyatakan bahwa keempat karya yang dipulihkan ini sementara ditempatkan di kantor pusat MACC, dengan bantuan Galeri Seni Nasional Malaysia untuk memastikan karya-karya tersebut dirawat dengan baik dan berada di bawah kontrol suhu yang tepat.
“Karya seni ini tidak hanya memiliki nilai komersial, tetapi juga menjadi simbol sejarah dari skandal korupsi terbesar di negara ini,” ujar Azam dalam konferensi pers pada hari itu.
Menurut MACC, keempat karya tersebut bernilai sekitar US$198.000 dan mencakup karya-karya seperti L’Ecuyère et les clowns (1961) oleh Picasso, Composition (1953) oleh Joan Miró, Maison de Rendez-vous de chasse de Henri IV, Rue St Vincent, Montmartre (1934) oleh Maurice Utrillo, dan Étude pour femme couchée (1948) oleh Balthus.
Karya-karya ini sebelumnya diakuisisi oleh Jasmine Loo, mantan pengacara untuk 1MDB, dan terdeteksi melalui transaksi yang dilakukan di rumah lelang Christie’s dan Sotheby’s di New York. Proses pemulihan melibatkan kerjasama hukum dengan Federal Bureau of Investigation dan Departemen Kehakiman AS, menurut Azam.
Otoritas berencana untuk menampilkan karya-karya ini secara publik di galeri seni nasional Malaysia dan setelah itu, kemungkinan akan dilelang untuk dijual. Keputusan akhir akan ditentukan oleh kementerian keuangan.
Saat ini, pihak berwenang juga sedang mengejar tujuh karya seni tambahan yang mencakup karya-karya oleh Henri Matisse, Picasso, dan Salvador Dali, dengan perkiraan nilai sekitar US$1,7 juta.
MACC juga berupaya memulihkan hasil penjualan karya Vétheuil au Soleil oleh Claude Monet, yang terjual di Swiss seharga sekitar 25,2 juta euro (S$37,6 juta). Hasil tersebut saat ini sedang dalam proses penyitaan oleh otoritas AS, menurut laporan lembaga tersebut.
Hingga kini, Malaysia telah berhasil memulihkan sekitar RM31,3 miliar (S$10,1 miliar) dalam aset, yang mewakili hampir 75 persen dari seluruh properti yang diidentifikasi terkait dengan 1MDB.

