Intisari yang Perlu Diketahui
- Jamie Dimon memimpin JPMorgan Chase, bank terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar.
- Pada konferensi investasi Norges Bank Investment Management awal pekan ini, Dimon mengatakan bahwa tiga hal bisa menghancurkan sebuah perusahaan: “birokrasi, kepuasan diri, dan sikap angkuh.”
- Solusinya adalah menghilangkan para “sombong” yang lebih suka mengagumi masalah ketimbang mencarikan solusi dan fokus mengikuti prosedur daripada mencapai hasil.
Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, sudah muak dengan para manajer yang membiarkan birokrasi—tumpukan aturan yang berlebihan, proses persetujuan yang rumit, dan regulasi yang kaku—kembali merajalela. Dia menyebut masalah ini sebagai ancaman diam yang perlahan-lahan menghancurkan organisasi dan menciptakan masalah baru.
“Birokrasi, kepuasan diri, dan sikap angkuh bisa meruntuhkan sebuah perusahaan,” ujar Dimon di konferensi investasi Norges Bank Investment Management. “Birokrasi itu seperti tempat berkembang biaknya politik dan banyak hal lainnya.”
Sejak 2006, Dimon memimpin JPMorgan, mengubahnya dari perusahaan senilai 130 miliar dolar menjadi raksasa senilai 830 miliar dolar, serta menjadi bank terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar. Dia menekankan bahwa disfungsi internal sering kali menentukan apakah sebuah perusahaan bisa bertahan atau justru mengalami kegagalan.
Tentu saja, birokrasi cenderung berkembang di organisasi besar seperti JPMorgan, yang mempekerjakan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia. Namun, Dimon mengingatkan bahwa masalah ini juga bisa dengan mudah merembet ke perusahaan kecil atau bahkan ke departemen tertentu.
Dimon menekankan pentingnya mengatasi isu ini dari puncak organisasi dengan mengeluarkan manajer yang buruk. Artinya, “buang yang sombong,” atau mereka yang lebih mengutamakan mengikuti prosedur ketimbang mencapai hasil yang nyata.
“Mereka mengagumi masalah,” kata Dimon. “Saya bilang mereka seperti birokrat yang baik. Mereka suka prosesnya, bukan hasilnya. Sementara saya lebih suka hasilnya.”
Rapat yang Dibatalkan dan Tim Kecil yang Diprioritaskan
Salah satu tanda nyata dari birokrasi adalah ketika orang-orang menahan informasi, ujar Dimon. Di JPMorgan, dia memastikan bahwa semua materi yang relevan dibagikan kepada peserta rapat sebelumnya untuk mencegah hal ini. Menurut Dimon, menahan informasi dari rekan kerja bisa menciptakan gesekan yang tidak perlu.
“Jika [informasi] tidak dibagikan dengan baik, saya biasanya hanya membatalkan rapat,” kata Dimon.
Meski memimpin salah satu bank terbesar di dunia, Dimon tetap lebih memilih memberikan pekerjaan penting kepada tim kecil yang terfokus. Perusahaan teknologi cenderung bergerak menuju struktur yang lebih datar, dengan lebih sedikit manajer yang mengawasi lebih banyak karyawan. Sebagai perbandingan, tim teknik di Meta kabarnya memiliki rasio pegawai terhadap manajer 50 banding 1. Namun, Dimon mengambil pendekatan yang sebaliknya. Dia membangun tim yang lebih kecil karena percaya mereka menghasilkan akuntabilitas yang lebih kuat dan hasil yang lebih baik.
“Bawa orang-orang ke ruangan dan selesaikan masalahnya. Jangan biarkan berlarut-larut dengan kelompok selama enam bulan, sembilan bulan, atau satu tahun,” tegas Dimon.
Amazon Pun Memerangi Birokrasi
Amazon juga tengah berjuang melawan birokrasi di bawah kepemimpinan CEO Andy Jassy, yang mengambil alih pada tahun 2021 dengan tujuan menjadikan perusahaan sebagai “startup terbesar di dunia.” Pada September 2024, Jassy mengumumkan rencana untuk meningkatkan rasio pegawai terhadap manajer setidaknya 15% hingga awal 2025, sehingga mengharuskan manajer mengawasi setidaknya delapan laporan langsung, bukan enam.
Di bulan yang sama, Amazon meluncurkan email “kotak pos birokrasi,” yang dapat digunakan karyawan untuk melaporkan proses lambat dan aturan yang tidak perlu. Dalam tahun pertamanya, saluran pengaduan ini menerima lebih dari 1.500 keluhan, yang berujung pada perubahan 450 proses.
“Saya bilang birokrasi itu sebenarnya bertentangan dengan startup dan organisasi yang berjiwa wirausaha,” ujar Jassy dalam konferensi tahunan perusahaan bagi penjual pihak ketiga pada September 2025. “Saat Anda tumbuh besar, sangat mudah untuk mengakumulasi birokrasi, banyak birokrasi yang mungkin tidak Anda sadari.”

